Ahli Psikologi Forensik: Kasus Sodomi JIS Menakutkan

Laban Laisila Suara.Com
Sabtu, 19 April 2014 | 15:33 WIB
Ahli Psikologi Forensik: Kasus Sodomi JIS Menakutkan
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual (Shutterstock)

Suara.com - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan kasus sodomi terhadap bocah AK (6), murid Jakarta International School (JIS), Pondok Indah, bukanlah aksi kriminal biasa. Dia mengatakan kasus tersebut sangat menakutkan dan membutuhkan penyidikan khusus.

"Oleh karena itu saya minta pihak penyidik agar sungguh-sungguh mendalami kasus ini," kata Reza dalam konferensi pers di Griya Dewantara Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (19/4/2014).

Dia juga meminta agar penyidikan kasus sodomi yang melibatkan dua tersangka itu harus independen.

"Intervensi politik dan bentuk intervensi lainnya harus dihindarkan," sambungnya.

Hingga kini kepolisian baru menangkap dua pelaku yakni Awan dan Agun yang ditahan di Mapolda. Keduanya memperkosa AK di toilet sekolah dan dikenakan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI