Terungkap, Lobi Kotor di Balik Tenggelamnya Feri Sewol

Ruben Setiawan

Kamis, 01 Mei 2014 | 20:17 WIB
Terungkap, Lobi Kotor di Balik Tenggelamnya Feri Sewol
Seorang bocah mengikatkan pita kuning di Seoul City Hall Plaza untuk menghormati para korban feri Sewol. (Reuters/Kim Hong-ji)

Suara.com - Tenggelamnya feri Sewol yang menewaskan lebih dari 300 nyawa menyeret sejumlah pejabat dalam organisasi perdagangan perkapalan ke meja hijau. Badan yang bertugas mengeluarkan izin operasi dan sertifikat bagi kapal tak luput pula dari sasaran penyelidikan.

Penyidik menangkap dua pejabat di Asosiasi Perkapalan Korea (KSA). Mereka dikenai tuduhan menghalangi penyelidikan dengan menghancurkan sejumlah dokumen. Dokumen-dokumen tersebut diduga berisi bukti-bukti lobi yang mereka lakukan kepada pejabat pemerintah.

Selain dua pejabat tersebut, penyidik juga menangkap seorang pejabat KSA atas tuduhan suap. Tak hanya itu, Korean Register (KR), badan yang berwenang melakukan pemeriksaan dan mengeluarkan sertifikat bagi kapal juga menjadi target penyelidikan.

Asosiasi tersebut diduga kerap melakukan lobi untuk mendapatkan proyek industri perkapalan dari Kementerian Kelautan. Sebagai gantinya, pejabat-pejabat KSA diangkat menjadi pejabat-pejabat di Kementerian Kelautan. Sejak KSA terbentuk, 10 dari 12 kepalanya menjadi pejabat di Kementerian Kelautan. Hal yang sama juga terjadi di KR. Sebanyak delapan kepala KR pernah mencicipi posisi pejabat di Kementerian Kelautan.

KSA bertanggung jawab melakukan inspeksi kapal secara rutin seperti bongkar muat kargo serta peralatan keselamatan yang diperuntukkan bagi penumpang. Badan tersebut dibayar oleh pengelola kapal penumpang dan kargo. Badan ini juga mewakili perusahaan perkapalan.

Sebelumnya, penyidik juga telah menahan kru feri Sewol. Sebanyak 15 kru dikenai tuduhan lalai dalam menjalankan tugas. Belakangan terungkap bahwa mereka tidak pernah mendapat latihan formal untuk melakukan evakuasi darurat.

Feri Sewol tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Incehon menuju Pulau Jeju pada 16 April silam. Dari 476 penumpang dan kru, hanya 179 yang selamat. Sebagian besar korban adalah siswa sekolah menengah yang sedang melakukan karya wisata. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pernyataan dan Janji Presiden Korsel Kepada Keluarga Korban Feri Tenggelam

Ini Pernyataan dan Janji Presiden Korsel Kepada Keluarga Korban Feri Tenggelam

News | Selasa, 29 April 2014 | 15:43 WIB

Kapten Kapal Sewol Tega Tinggalkan Ratusan Penumpang

Kapten Kapal Sewol Tega Tinggalkan Ratusan Penumpang

News | Selasa, 29 April 2014 | 07:42 WIB

Tidak Becus Tangani Bencana Sewol, Perdana Menteri Korea Selatan Mundur

Tidak Becus Tangani Bencana Sewol, Perdana Menteri Korea Selatan Mundur

News | Minggu, 27 April 2014 | 10:29 WIB

Semua Kru Feri Sewol Ditangkap

Semua Kru Feri Sewol Ditangkap

News | Minggu, 27 April 2014 | 00:04 WIB

Penyelam Temukan Kabin Penuh Sesak Jenazah Korban Feri Tenggelam

Penyelam Temukan Kabin Penuh Sesak Jenazah Korban Feri Tenggelam

News | Jum'at, 25 April 2014 | 18:19 WIB

Terungkap, Sekoci Penyelamat dan Selubung Peluncur di Feri Kedua Bermasalah

Terungkap, Sekoci Penyelamat dan Selubung Peluncur di Feri Kedua Bermasalah

News | Jum'at, 25 April 2014 | 14:07 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB