Empat Warga Diduga Menjadi Korban "Trafficking"

Achmad Sakirin

Kamis, 01 Mei 2014 | 20:21 WIB
Empat Warga Diduga Menjadi Korban "Trafficking"
Ilustrasi [shutterstock/ChameleonsEye]

Suara.com - Empat warga asal Dusun Kulukubuk, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) hilang sejak awal januari 2014. Diduga, keempat warga tersebut menjadi korban perdagangan manusia (trafficking) di Brunei Darussalam.

Keempat warga tersebut adalah, Marsiti Sapojai (39), Lidya Samaranggure (37), Susakkerei, dan seorang lagi masih belum diketahui identitasnya. Pihak keluarga melaporkan hilangnya keluarganya tersebut ke kantor DPRD Sumbar, di kota Padang, Kamis (1/5/2014).

"Mereka ada empat orang, dan kabar terakhir yang saya peroleh mereka sekarang berada di Brunai Darussalam," ujar kakak Marsiti Sapojai, Paulus Sapailoat.

Ia menjelaskan saudara perempuan dari istrinya tersebut sudah pergi meninggalkan kampung halamannya sejak awal Januari 2014. Sebelumnya, seorang pria bernama Datuak meminta dirinya untuk mencari perempuan yang bersedia menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri.

"Saya menawarkan itu kepada si Marsiti, dan ia bersedia. Kemudian kami bertemu Datuak untuk mengurus paspor. Tetapi si Datuak mengatakan agar dia saja yang mengurusnya, sedangkan kami tinggal terima beres, tanpa harus membayar," jelasnya menirukan perkataan Datuak.

Pada akhir Januari 2014, Datuak kembali menemui mereka dan langsung membawa Marsiti setelah membawa foto kopi paspor yang telah diurus. Namun Paulus tidak sempat bertemu baik dengan Marsiti maupun Datuak. Saat Marsiti dihubungi melalui telepon genggamnya, ia mengatakan sudah berada di Jakarta.

"Setelah itu, kami tidak bisa lagi komunikasi. Karena itu kami meminta bantuan kepada DPRD," katanya.

Berdasarkan foto kopi paspor yang ditinggalkan, Paspor Lidya bernomor A729976 yang diregitrasi di Kantor Imigrasi Bogor. Sedangkan paspor Marsiti bernomor A6826690 didaftarkan di kantor Imigrasi Tasikmalaya.

Anak pertama Lidya, Jenerson Sakaliou (21) menjelaskan saat ibunya hendak pergi untuk bekerja ke luar negeri, dirinya tidak merasa curiga karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tawaran bekerja di luar negeri diperoleh dari seorang pria bernama Datuak.

"Saat itu, ibu cuma bilang kalau akan bekerja ke luar negeri dan akan diurus oleh bapak itu (Datuak), dan tidak ada menjelaskan secara lengkap," sambung anak kedua Lidya, Nurtina Sakaliou.

"Dua hari setelah itu, ibu katanya sudah sampai Jakarta dan setelah itu tidak ada kabar lagi. Sesekali kami hubungi bisa masuk ke telepon ibu namun tidak diangkat. Kemarin (30/4/2014) kami coba lagi telepon ternyata masuk. Katanya ibu sedang bersembunyi setelah kabur dari rumah majikan," jelasnya.

Namun, para pelapor yang terdiri keluarga korban didampingi Kepala Kantor Keselamatan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mantawai belum bisa bertemu dengan anggota dewan karena datang pada hari libur.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kepulauan Mentawai, Paulinus saat dikonfimrasi mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

"Kami belum mengetahui informasinya. Kalau seperti itu infonya, kami akan menurunkan tim untuk menyelidikinya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

9 WNI Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

9 WNI Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

News | Rabu, 23 April 2014 | 12:03 WIB

Dua WNI Dipaksa Jadi PSK di Malaysia

Dua WNI Dipaksa Jadi PSK di Malaysia

News | Kamis, 03 April 2014 | 11:13 WIB

Petugas Gabungan Selamatkan 24 Korban Perdagangan Manusia

Petugas Gabungan Selamatkan 24 Korban Perdagangan Manusia

News | Rabu, 26 Maret 2014 | 13:35 WIB

Polisi Tangkap Anggota Jaringan Penjual Organ Tubuh Anak-anak

Polisi Tangkap Anggota Jaringan Penjual Organ Tubuh Anak-anak

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 16:07 WIB

Pasangan Suami-Istri Otaki Perdagangan PSK

Pasangan Suami-Istri Otaki Perdagangan PSK

News | Kamis, 06 Maret 2014 | 19:26 WIB

FBI Tangkap 45 Mucikari Saat Perayaan Super Bowl

FBI Tangkap 45 Mucikari Saat Perayaan Super Bowl

News | Rabu, 05 Februari 2014 | 11:12 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×