Safari Politik di Jateng dan Jatim, Jokowi Direstui Guru Cak Imin

Madinah

Minggu, 04 Mei 2014 | 02:00 WIB
Safari Politik di Jateng dan Jatim, Jokowi Direstui Guru Cak Imin
Jokowi Bertemu dengan Pendiri pesantren Tarbiyatunnasyi'in, Pacul Gowang, KH Abdul Aziz Manshur (Guru Cak Imin), Sabtu (3/5/2014) malam. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Joko Widodo (Jokowi) diceramahi dan disuruh ngaji kitab kuning oleh Pemilik Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi'in, desa Pacul Gowang, Jombang, Jawa Timur, KH Muhammad Abdul Azis Mansyur.

"Pertemuan silaturahmi berlangsung akrab, Kyai sempat memberikan wejangan jika kelak (Jokowi) terpilih mau menjalankan nilai-nilai yang diperjuangkan Nahdatul Ulama (NU). Lalu tadi Kyai sempat memberikan kultum, kuliah tujuh menit, dan Pak Jokowi tadi disuruh belajar kitab kuning," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah saat menemani Jokowi melakukan safari politik ke tempat ini, Sabtu (3/5/2014).

Jokowi dan Kyai Azis pun hanya tersenyum mendengarkan ucapan Basarah.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jakfar yang mewakili Kyai, mengatakan ada beberapa catatan penting. Yang pertama, menanamkan ajaran Islam ahlu sunnah waljamaah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Karena ahlu sunnah waljamaah adalah pengawal bagi keberlangsungan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Marwan.

Yang kedua, sambungnya, ada nilai-nilai luhur pesantren, terutama pesantren-pesantren tradisional harus kita lestarikan semuanya. Pelestarian ini, kata Marwan, demi kejayaan negara kesatuan Republik Indonesia.

Yang ketiga, tambah dia, yang tidak kalah penting adalah bahwa memilih imam itu sendiri, sebagai pemimpin ahlu sunnah waljamaah, adalah kewajiban bagi kita semua, bagi rakyat Indonesia. Dan, NU tidak pernah memberontak kepada negara.

"Oleh karena itu, kepada Pak Jokowi Kyai Aziz memberikan nasihat bahwa kepemimpinan harus dijaga supaya negara kesatuan kita betul-betul tegak dan sampai seterusnya. Dan NU akan terus mengawal negara Indonesia ini, dan beliau memberikan restu kepada Pak Jokowi untuk berjuang memimpin negara ini," papar Marwan.

Di kesempatan yang sama, Jokowi mengatakan telah diberikan wejangan kepadanya bila nanti Allah memberikan izin untuk menjadi pemimpin nasional. "Tadi sudah dijelaskan, dan saya memahami sekali apa yang beliau sampaikan," tutur Jokowi.

Sementara itu, Kyai Azis sendiri merestui Jokowi menjadi capres. Sebab, menurutnya, sosok Gubernur DKI Jakarta ini adalah orang yang ramah, merakyat dan bisa menerima nasihat serta tidak membantahnya.

Smeentra itu, disinggung soal kitab yang dibaca Jokowi tadi, Kiyai Azis menerangkan, kitab tersebut merupakan kitab yang berisikan syariat Islam tentang dasar ilmu fiqih.

"Pak Jokowi membaca Jam ul jamawek usul fiqih, menjadi sumber pada fiqih syariat orang Islam yang dicantumkan dalam kitab yang saya sajikan kepada pak Jokowi tadi. Saya bacakan kitab ngaji pak Jokowi dengan saya? Oh iya iya katanya Pak Jokowi," ujar Kiyai Azis.

"Saya merestui, memang beliau menyatakan bahwa akan mencalonkan diri sebagai presiden, saya merestui," kata Kiyai Azis.

Namun, ungkapan ini terlepas dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Kiyai Azis menerangkan, tidak ada pembicaraan untuk hal itu dalam kesempatan kali ini. "Belum-belum ada pembicaraan itu," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDI Perjuangan Bantah Safari Politik Jokowi untuk Galang Dukungan

PDI Perjuangan Bantah Safari Politik Jokowi untuk Galang Dukungan

News | Sabtu, 03 Mei 2014 | 23:00 WIB

Koalisi PDIP dan PKB Tinggal Menunggu Hari Baik

Koalisi PDIP dan PKB Tinggal Menunggu Hari Baik

News | Sabtu, 03 Mei 2014 | 17:26 WIB

Setelah Nasdem, PKPI Bersedia Berkoalisi dengan PDI Perjuangan

Setelah Nasdem, PKPI Bersedia Berkoalisi dengan PDI Perjuangan

News | Sabtu, 03 Mei 2014 | 01:17 WIB

 Cawapres Jokowi Diumumkan 9 Mei?

Cawapres Jokowi Diumumkan 9 Mei?

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 19:52 WIB

Mega dan Surya Paloh Sudah Kantongi Pendamping Jokowi

Mega dan Surya Paloh Sudah Kantongi Pendamping Jokowi

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 19:09 WIB

Siap Perang, Jokowi Kerahkan Tim Darat dan Udara

Siap Perang, Jokowi Kerahkan Tim Darat dan Udara

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 18:39 WIB

Terkini

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:29 WIB