Jusuf Kalla Dampingi Jokowi

Achmad Sakirin

Senin, 19 Mei 2014 | 10:15 WIB
Jusuf Kalla Dampingi Jokowi
Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. [suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan calon pendamping calon presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah Jusuf Kalla (JK).

"Iya semalam sudah bertemu Jokowi dan JK, Muhaimin, Surya Paloh, Wiranto, jam 23.00 Sampai dengan 24.00 WIB. Hari ini dibahas dan diputuskan kembali," kata Tjahjo di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Senin (19/5/2014).

Dia menambahkan, pada awalnya cawapres untuk Jokowi ada beberapa nama, yaitu JK, Abraham Samad, Mahfud MD, Rymizard Ryacudu, Budiman, Luhut Pajaitan, Rizal Ramli dan sebagainya.

"Kemudian, mengerucutkan kedua nama inisial J dan A," tuturnya.

"Akhirnya semalam sementara disepakati pak JK. Nanti didengarkan sendiri setelah di Gedung Juang," tambah Tjahjo.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) membantah bila sudah ditetapkan nama JK untuk mendampingi Jokowi.

"Lah belum ada pengumuman di situ.  Yang penting semua peserta koalisi harus sepakat kemudian pak jokowi harus cocok gitu. (Tapi JK) elektabilitas tertinggi, dia juga NU. Pengalaman juga,"

Kemudian, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengatakan JK merupakan pertimbangan yang matang untuk mendampingi Jokowi.

"Pertimbangannya dari semua aspek, kombinasi antara senior dan Junior, kombinasi dari jam terbang dalam pemerintahan, dengan yangg barangkali baru memulai dalam tahapan yang besar dalam skala nasional JK lebih kuat. Pasti salah satu pertimbangan adalah kemampuannya di bidang ekonomi. Perbedaan umur bagus sekali, jadi bisa memberikan guidance," kata Paloh.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto juga mengaku belum tahu.

"Tentu akan bincangkan yang penting untuk pasangan Jokowi ini siapa, kan penting sekali. Kan menentukan elektabiltas dalam pemilu yang akan datang, juga bisa menjamin kepada publik bahwa pemerintah yang akan datang bagaimana kualitasnya, kan tergantung ini (cawapres). Itu dia kenapa saya datang ke sini pagi-pagi untuk itu," tutur Wiranto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Loyalis JK Ditolak Masuk ke Rumah Mega

Loyalis JK Ditolak Masuk ke Rumah Mega

News | Senin, 19 Mei 2014 | 09:52 WIB

Indeks Saham BEI Semakin Perkasa, Dekati Level 5.100

Indeks Saham BEI Semakin Perkasa, Dekati Level 5.100

Bisnis | Senin, 19 Mei 2014 | 09:43 WIB

Majelis Tinggi Bisa Ubah Hasil Rapimnas Partai Demokrat

Majelis Tinggi Bisa Ubah Hasil Rapimnas Partai Demokrat

News | Senin, 19 Mei 2014 | 08:46 WIB

Nanti Siang, PDIP Umumkan Pendamping Jokowi

Nanti Siang, PDIP Umumkan Pendamping Jokowi

News | Senin, 19 Mei 2014 | 07:04 WIB

Terkini

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:03 WIB

×