Revolusi Mental Jokowi di Bidang Pertanian, Berantas Mafia Impor

Siswanto

Minggu, 25 Mei 2014 | 21:17 WIB
Revolusi Mental Jokowi di Bidang Pertanian, Berantas Mafia Impor
Petani padi di sawah. (Antara/Oky Lukmansyah)

Suara.com - Revolusi mental di sektor pertanian menjadi fokus calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK). Sektor ini akan dijadikan mainstreaming untuk membangun bangsa Indonesia.

"Dulu Soeharto, Amerika, dan Jerman, menjadikan pertanian sebagai mainstreaming. Baru setelah itu berkembang ke industri yang lain," kata anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Arif Budimanta, usai diskusi di Jokowi Center, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/5/2014).

Inti dari revolusi mental sektor pertanian yang ditawarkan pasangan Jokowi - JK ialah pemberantasan mafia impor. Mafia impor selama ini dianggap memberatkan masyarakat Indonesia. "Untuk memberantas (mafia impor) itu harus revolusi mental," kata Arif.

Selain itu, revolusi mental dilakukan dengan mengintegrasikan bidang pertanian dengan aspek lain, misalnya infrastruktur. Jadi, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum saling berkoordinasi dengan bidang dan kewenangan masing-masing.

"Jadi Kementerian Pertanian akan berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mewujudkan itu. Hingga saat ini, tidak ada yang mampu menyatukan pola supaya sektor pertanian menjadi mainstreaming," tuturnya.

Bila semuanya sudah terintegrasi, kata Arif, stabilitas harga di masyarakat nanti akan terwujud.

"Daya beli masyarakat nantinya bisa digunakan untuk yang lain, misalnya untuk beli rumah, biaya pendidikan dan lain-lain. Sekarang biaya hidup 40-70 persennya itu untuk konsumsi bahan makanan karena harga mahal," tutur Arif.

Dalam kesempatan yang sama, pencetus Jokowi Center Putri K Wardhani menambahkan keseluruhan sektor pertanian harus dirombak. Sebab, menurut dia, pemerintahan sekarang gagal, ditambah lagi dengan banyaknya kasus korupsi, salah satunya kuota impor daging dan kuota impor kedelai.

"Semuanya harus dirombak, revolusi harus bersama karena 50 persen pangan impor itu sudah nggak bisa didiamkan," kata dia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) itu menambahkan sebagai negara ketiga dengan pertumbuhan terbesar, Indonesia harusnya bisa membuat kemakmuran masyarakat.

"Itu belum merefleksikan kemakmuran rakyat kita. Fokus daripada rancangan industri mana yang harus di kedepankan belum ada. Sektor pertanian yang serap tenaga kerja besar tak dapat perhatian. Pangan di indonesia 50 persen di impor, itu yang harus direvolusikan," kata Putri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Perlu Dilakukan Renegosiasi Royalti Tambang

Jokowi: Perlu Dilakukan Renegosiasi Royalti Tambang

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 19:17 WIB

Jusuf Kalla Ziarahi Makam Sunan Ampel

Jusuf Kalla Ziarahi Makam Sunan Ampel

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 18:52 WIB

Cak Imin: Demokrasi Selamat dengan Pemimpin Santun, Tidak Ego

Cak Imin: Demokrasi Selamat dengan Pemimpin Santun, Tidak Ego

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 17:42 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×