Pemerintahan Baru Palestina Terbentuk, Israel Akan Tambah Ribuan Rumah

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 06 Juni 2014 | 03:43 WIB
Pemerintahan Baru Palestina Terbentuk, Israel Akan Tambah Ribuan Rumah
Rumah-rumah di kawasan permukiman Yahudi di Eli, Tepi Barat, sebelah selatan Nablus. (Reuters/Ronen Zvulun)

Suara.com - Pemerintah Israel pada Kamis (5/6) waktu setempat, mengumumkan bahwa mereka berencana membangun sekitar 3.000 rumah baru, sebagai bagian dari respons terhadap terbentuknya pemerintahan baru Palestina. Untuk diketahui, pemerintahan terbaru Palestina ini melibatkan dukungan Hamas, kelompok utama penentang eksistensi Israel.

Menurut Menteri Perumahan Israel, Uri Ariel, pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan tender untuk membangun sebanyak 1.500 unit rumah. Sementara, pejabat Israel lain sebelumnya menyebutkan, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga sudah memerintahkan rencana pembangunan 1.500 rumah berikutnya.

"Ketika Israel dipermalukan, maka harus ada yang dilakukan untuk itu," ungkap Ariel kepada Radio Israel, sambil menegaskan bahwa tender pembangunan sengaja dibuka sebagai respons terhadap apa yang ia sebut "pemerintahan teroris" Palestina.

Ketika ditanya pihak mana menurutnya yang telah menghina Israel dalam hal ini, Ariel yang merupakan salah satu sosok garis kanan di kabinet Netanyahu, mengarahkan telunjuk tegas. "Ya, tetangga kami. Dan pada level tertentu, juga dunia," katanya.

Sebelumnya, Netanyahu sempat mengungkapkan "kekecewaan mendalam" atas keputusan Amerika Serikat (AS) yang adalah sekutu utama Israel, untuk berdialog dengan pemerintahan baru Palestina meski Israel tidak setuju.

Di pihak lain, menanggapi perkembangan tersebut, seorang juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan bahwa mereka pun akan merespons balik. Pemerintahan baru Palestina yang bersatu saat ini memang diupayakan oleh Abbas lewat rekonsiliasi dengan kelompok Hamas.

"Pemimpin Palestina akan merespons aktivitas pembangunan perumahan baru ini melalui langkah-langkah tertentu," ungkap sang juru bicara, tanpa menjelaskan lebih jauh.

Ariel sendiri tidak menyebutkan lokasi perumahan yang kini disiapkan. Namun, menurut media setempat, perumahan itu akan dibangun di tujuh kawasan di Tepi Barat, sebagian di antaranya pada lokasi pengembangan Yerusalem yang dikuasai Israel seusai Perang Timur Tengah tahun 1967.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar negara dunia memandang perumahan-perumahan yang dibangun Israel di kawasan yang diduduki sejak 1967 itu sebagai sesuatu yang ilegal. Keberadaan dan perkembangan permukiman tersebut menjadi isu penting dalam dialog terkait kelanjutan negara Palestina merdeka, yang negosiasinya berhenti sejak April lalu.

Pada Senin (2/6) lalu, pemerintah AS mengatakan bahwa mereka siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Palestina jika dibutuhkan. Namun AS juga menyebut akan memantau komitmen Palestina untuk terus bekerja sama dengan Israel. Terkait perkembangan ini, Ariel menyebut AS telah melanggar kesepakatan dengan negerinya, di mana AS sebelumnya disebut tidak akan berdialog dengan pemerintahan baru itu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil

Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:04 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:38 WIB

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing

PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:46 WIB

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:33 WIB

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:22 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:55 WIB

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:48 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:44 WIB

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB