KPK Ingatkan Capres Soal Strategi Dongkrak Penerimaan Duit Negara

Siswanto

Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:21 WIB
KPK Ingatkan Capres Soal Strategi Dongkrak Penerimaan Duit Negara
Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) [Antara/Wahyu Putro A]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengingatkan calon presiden dan wakil presiden terkait dengan strategi meningkatkan penerimaan negara, salah satunya dari sektor pajak sumber daya alam.

"Harus ada pembahasan mengenai bagaimana meningkatkan penerimaan negara, khususnya sektor pajak," katanya dalam sebuah diskusi yang mengetengahkan tema 'Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019' di Denpasar, Bali, Jumat (6/6/2014).

Menurut dia, sebagian besar visi dan misi yang diangkat oleh kedua pasangan kandidat menitikberatkan kepada sejumlah program yang tentunya memerlukan adanya anggaran besar dari APBN.

Selama ini peningkatan pendapatan negara, khususnya dari sektor pajak sumber daya alam menjadi salah satu isu pokok yang dinilainya mengalami kecenderungan mengalami penurunan penerimaan, meskipun terjadi penambahan wajib pajak.

"Padahal wajib pajak meningkat dari 6 juta menjadi 24 juta dan petugas pajak jumlahnya stabil sedangkan kebutuhan APBN meningkat," katanya.

Ia menambahkan kebutuhan dalam APBN 2014 yang meningkat menjadi Rp1.800 triliun atau meningkat dibandingkan APBN tahun lalu yang mencapai Rp1.400 triliun juga membutuhkan adanya ide dari kandidat untuk meningkatkan pendapatan negara salah satu yang paling besar adalah pajak dari sektor sumber daya alam. Sektor sumber daya alam yang dimaksud Bambang di antaranya sektor pertambangan batubara dan minyak.

Ia menyatakan bahwa dari hasil studi KPK dan pengumpulan pendapat dari LSM dan tokoh masyarakat selama hampir 10 tahun, penerimaan negara dari dua sektor tersebut sangat banyak dan berpotensi untuk ditingkatkan.

"Apalagi kalau sektor pajak pertambangan diubah seperti angka pajak yang masih sama dengan pajak penghasilan, jika dinaikkan maka pendapatan kita bisa lebih banyak," ucapnya.

Bambang menyontohkan sejumlah negara, di antaranya Australia dan Amerika Serikat yang bahkan menerapkan pajak untuk sektor pertambangan sebesar 40--50 persen sehingga angka tersebut memberikan kontribusi lebih besar bagi APBN.

"Jika itu diterapkan maka APBN kita akan lebih besar dari sekarang sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia menginginkan agar persoalan terkait penerimaan negara dan pajak diangkat dalam debat kandidat capres dan cawapres mengingat banyak sumber daya alam Indonesia yang dieksploitasi, namun penerimaan tidak sebesar dampak eksploitasi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?

Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?

Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?

News | Kamis, 22 Februari 2024 | 10:55 WIB

Akhirnya Jadi Kenyataan! 10 Tahun Lalu Komeng Pernah Berkelakar Ingin Jadi Calon Anggota Dewan

Akhirnya Jadi Kenyataan! 10 Tahun Lalu Komeng Pernah Berkelakar Ingin Jadi Calon Anggota Dewan

News | Sabtu, 17 Februari 2024 | 16:21 WIB

Mantan Istri Prabowo Pamer Usai Nyoblos, Titiek Soeharto Beri Salam 2 Jari

Mantan Istri Prabowo Pamer Usai Nyoblos, Titiek Soeharto Beri Salam 2 Jari

Video | Rabu, 14 Februari 2024 | 14:12 WIB

Singgung Soal Moral, 15 Eks Pimpinan KPK Ingatkan Jokowi soal 'Konflik Kepentingan'

Singgung Soal Moral, 15 Eks Pimpinan KPK Ingatkan Jokowi soal 'Konflik Kepentingan'

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 15:10 WIB

Dijadwalkan Dihadiri Jokowi, TNI-Polri Gelar Rapim Hari Ini, Bahas Pengamanan Pemilu 2024

Dijadwalkan Dihadiri Jokowi, TNI-Polri Gelar Rapim Hari Ini, Bahas Pengamanan Pemilu 2024

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 08:38 WIB

Anies Dinilai Punya Kesamaan Momentum dengan Jokowi saat Nyapres, Kandidat Lain Perlu Pasang Badan?

Anies Dinilai Punya Kesamaan Momentum dengan Jokowi saat Nyapres, Kandidat Lain Perlu Pasang Badan?

News | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 13:17 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×