Pimpinan DPR Minta Presiden Terbitkan Perpu Pilpres

Laban Laisila

Jum'at, 13 Juni 2014 | 20:43 WIB
Pimpinan DPR Minta Presiden Terbitkan Perpu Pilpres
Para capres dan cawapres dalam deklarasai pemilu damai dan berintegritas.

Suara.com - Untuk menghindari sengkarut hasil perolehan suara Pilpres 2014, Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu).

Pramono yang ditemui saat menerima rombongan keluarga korban pelangaran HAM di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/6/2014), mengungkapkan kalau semua pimpinan DPR telah setuju.

Dia juga menyatakan Perpu dari presiden justu bisa mengakhiri polemik dua pendapat, yang berkaitan dengan syarat perolehan suara untuk memenangkan laga Pilpres.

"Cara paling sederhana, paling mudah untuk slesaikan ini adalah segera pemerintah mengeluarkan perpu dans secara prinsip pada waktu disampaikan oleh pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi, kami tidak keberatan Perpu yang berkaitan dengan pilpres ini,” kata Pramono.

Menurutnya ada beberapa hal yang menjadi alasan sehingga harus dikeluarkannya Perpu tersebut, salah satunya karena tahapan pelaksanaan Pilpres telah berlangsung. Dia juga mengatakan tidak setuju untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau diajukan ke MK, itu terlalu lama ya. Pilpresnya sudah tinggal sebentar dan sebenarnya ada alternatif lain dengan merevisi UU Pilpres, tetapi itupun juga akan memakan waktu lebih lama," tutupnya.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memutuskan untuk meminta tafsir Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Undang-Undang nomor 42 tahun 2008 (UU Pemilihan Presiden). Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, tafsir itu masih dalam tahap kajian.

Untuk diketahui, pada Pasal 6a UU 42 tahun 2008 (UU Pilpres), syarat pasangan calon menang dalam Pemilu yaitu mendapatkan suara 50 persen plus satu dari jumlah suara sah nasional, dan mendapat 20 persen suara sah di lebih dari separuh provinsi di Indonesia.

Jika pasangan calon pilpres tidak memenuhi syarat perolehan tersebut, maka dua pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak kembali bertarung pada putaran kedua.

Yang menjadi persoalan yakni, pada pemilu kali ini hanya ada dua pasangan calon, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Dalam ketentuan UU tersebut tidak disebutkan apakah hal tersebut berlaku jika peserta Pilpres hanya dua pasangan calon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga Korban Pelanggaran HAM Minta Ditemui Jokowi

Keluarga Korban Pelanggaran HAM Minta Ditemui Jokowi

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 19:39 WIB

Rahasia Jokowi Jelang Debat dengan Prabowo

Rahasia Jokowi Jelang Debat dengan Prabowo

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 19:25 WIB

Jokowi Catat Permasalahan yang Dihadapi Petani

Jokowi Catat Permasalahan yang Dihadapi Petani

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 18:38 WIB

KPU Pastikan DPT Pilpres 190 Juta Orang

KPU Pastikan DPT Pilpres 190 Juta Orang

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 18:23 WIB

Terkini

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

×