Array

Pengacara Jokowi Minta Polisi Ungkap Sumber Duit Tabloid Obor Rakyat

Siswanto Suara.Com
Senin, 16 Juni 2014 | 14:49 WIB
Pengacara Jokowi Minta Polisi Ungkap Sumber Duit Tabloid Obor Rakyat
Setyardi, pendiri Tabloid Obor Rakyat (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Tim hukum pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla meminta polisi mengusut kasus tabloid Obor Rakyat sampai ke sumber duit yang digunakan untuk memproduksi dan mendistribusikan ke masyarakat.

Anggota tim sukses Jokowi-JK bidang penghubung partai Abdul Kadir Karding mengatakan kepada suara.com, biaya untuk menerbitkan tabloid sangatlah besar sehingga ia curiga duitnya bukan berasal dari kantong pribadi Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono.

Apalagi, kata Abdul, Setiyardi adalah seorang Komisaris PTPN XII. Abdul curiga ada unsur pencucian uang dalam kasus penerbitan tabloid.

“Kita harus cek. Dia komisaris PTPN, apa (dugaan) jadi alat pencucian uang dia. Polisi harus cek ke sana. Jangan-jangan BUMN dipakai sebagai alat politik untuk cuci uang,” kata Abdul.

Tim hukum Jokowi akan mendorong polisi untuk mengusut tuntas kasus ini.

Hari ini, tim hukum pasangan Jokowi – JK melaporkan kasus pemberitaan Obor Rakyat ke Markas Besar Polri. Tabloid yang dipimpin oleh mantan wartawan Majalah Tempo yang juga asisten staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dilaporkan ke polisi karena kontennya dianggap menyebarkan fitnah kepada Jokowi.

“Tim hukum melaporkan tabloid itu sebagai tindak pidana, di antaranya pencemaran nama baik,” kata Abdul.

Sebelumnya, Setiyardi mengungkapkan jumlah tabloid yang diterbitkannya setiap edisi sebanyak 100 ribu eksemplar.

“Kalau mengenai jumlahnya, saya tidak mencetak banyak, karena saya juga mengalami keterbatasan, jumlahnya itu kami mencetak 100 ribu eksemplar setiap edisi. Saya mampu untuk melakukan pencetakan dalam jumlah tersebut,” kata dia.

Tabloid-tabloid tersebut didistribusikan ke pesantren karena menurut Setiyardi kalangan ini kurang mendapatkan akses informasi yang memadai.

Setiyardi sudah meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuat klarifikasi bila konten tabloid tidak sesuai dengan fakta.

Tabloid yang tiba-tiba muncul dan menyerang Jokowi menjelang pemilu presiden ini disebarkan secara masif ke sejumlah masjid dan pondok pesantren di Pulau Jawa.

Edisi pertama tabloid tersebut tanggal 5-11 Mei 2014. Pada terbitan pertama mengangkat judul utama “Capres Boneka.” Kemudian ada karikatur Jokowi tengah mencium tangan Megawati Soekarnoputri .

Kemudian pada edisi kedua mengangkat judul utama “1001 Topeng Jokowi.”

Para tokoh agama yang menerima kiriman tabloid lewat jasa pos, heran dengan isinya. Mereka tidak percaya begitu saja dengan pesan subyektif yang ditulis tabloid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI