Idrus: Penjelasan Jokowi Soal Penjualan Indosat Tak Masuk Akal

Siswanto | Suara.com

Senin, 23 Juni 2014 | 13:56 WIB
Idrus: Penjelasan Jokowi Soal Penjualan Indosat Tak Masuk Akal
Debat calon presiden Prabowo dan Jokowi di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Tim sukses Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Idrus Marham, menilai jawaban Jokowi ketika ditanya Prabowo dalam debat capres pada Minggu (23/6/2014) malam tentang sikap terhadap penjualan Indosat yang dilakukan pada jaman Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, tidak masuk akal.

"Tidak bisa, karena pada waktu itu, pada jaman (presiden) Habibie nilai tukar rupiah terhadap dolar dari Rp15 ribu bisa Rp7 ribu. Jadi itu sangat tidak beralasan kalau itu dijadikan kondisi krisis. Karena pada waktu itu proses pelan-pelan pemulihan situasi negara," kata Idrus ketika datang ke Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Jawaban Jokowi terhadap pertanyaan Prabowo waktu itu adalah kondisi ekonomi pada 1998 yang belum baik menjadi alasan penjualan Indosat. Jokowi meminta Prabowo jangan membandingkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dengan tahun 1998. "Bicaralah saat krisis keuangan, APBN kita berat. Waktu Indosat kita jual, harusnya dilihat ada klausul apa di situ," katanya.

Kemudian Jokowi juga mengatakan salah satu klausul yang disepakati pemerintah saat melepas saham Indosat ketika itu adalah adanya opsi Indosat kembali dibeli. "Ke depan harus kita buy back, ambil kembali saham jadi milik kita sendiri. Oleh karena itu, ke depan, pertumbuhan ekonomi kita harus di atas 7 persen," kata Jokowi.

Berbeda dengan pandangan Idrus Marham, ketika itu Indonesia sudah mulai pulih dari krisis. Hal ini ditandai dengan nilai tukar rupiah yang sempat meningkat drastis kala itu.

Menurut Idrus, penjualan Indosat ketika itu merupakan kesalahan fatal yang dilakukan Megawati. Karena saat itu, posisi Indosat cukup strategis dalam menopang sistem komunikasi dalam negeri.

"Saya kira Pak Prabowo konsisten ketika menyangkut aset strategis, termasuk Indosat. Menjual aset strategis sama dengan menjual harga diri bangsa," ujarnya

Idrus juga membantah pertanyaan Prabowo tersebut dimaksudkan untuk memojokkan Jokowi, mengingat Megawati adalah pemimpin partai yang mengusung Jokowi, PDI Perjuangan.

Menurut Idrus, pertanyaan tersebut spontan saja.

"Pak Prabowo enggak pernah mempersiapkan, Prabowo ga pernah nyontek, lihat saja semalam," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasil Eksaminasi Soal Putusan DKP Pemberhentian Prabowo

Hasil Eksaminasi Soal Putusan DKP Pemberhentian Prabowo

News | Senin, 23 Juni 2014 | 13:10 WIB

Pilpres, Kantor OJK Tutup pada 9 Juli

Pilpres, Kantor OJK Tutup pada 9 Juli

Bisnis | Senin, 23 Juni 2014 | 12:56 WIB

Berubah Haluan Dukung Jokowi, Ruhut: Alasannya Panjang Sekali

Berubah Haluan Dukung Jokowi, Ruhut: Alasannya Panjang Sekali

News | Senin, 23 Juni 2014 | 12:14 WIB

Politisi Demokrat Sebut Jokowi Tak Kuasai Isu, Timses: Dia Panglima

Politisi Demokrat Sebut Jokowi Tak Kuasai Isu, Timses: Dia Panglima

News | Senin, 23 Juni 2014 | 11:39 WIB

Debat Capres, Mubarok: Jokowi Cuma Baca Konsep, Makanya Tak Lancar

Debat Capres, Mubarok: Jokowi Cuma Baca Konsep, Makanya Tak Lancar

News | Senin, 23 Juni 2014 | 10:36 WIB

Terkini

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:51 WIB

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:12 WIB

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:30 WIB

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:16 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:01 WIB

Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita

Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:43 WIB

Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026

Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:34 WIB