- Presiden Donald Trump memerintahkan penyelidikan serius atas hilangnya sebelas ilmuwan di Amerika Serikat sejak Agustus 2025 lalu.
- Salah satu ilmuwan yang hilang adalah Steven Garcia, tenaga ahli fasilitas nuklir di New Mexico dan Kansas City.
- Gedung Putih berkomitmen menuntaskan investigasi kasus tersebut dalam waktu dekat guna memastikan keamanan nasional tetap terjaga sepenuhnya.
Suara.com - Amerika Serikat terus dihebohkan dengan kasus tewasnya atau hilang secara misterius sebanyak 11 ilmuwan.
Presiden Donald Trump memperintahkan penyelidikan secara serius untuk membongkar kasus tersebut.
Satu dari 11 ilmuan yang hilang secara misterius adalah Steven Garcia.
Tak tanggung-tanggung, dia disebut memiliki akses ke fasilitas nuklir rahasia dan dilaporkan hilang tanpa jejak sejak 28 Agustus 2025, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (18/4/2026).
Garcia terakhir kali terlihat meninggalkan kediamannya di Albuquerque, New Mexico, dengan berjalan kaki sambil membawa senjata api, tanpa membawa perlengkapan lainnya.
Pihak Gedung Putih sendiri, melalui Karoline Leavitt, apernah menyatakan telah menerima laporan mengenai hilang dan tewasnya 11 orang tersebut dan sedang dalam proses untuk penyelidikan lebih lanjut.
Melansir dari berbagai sumber, Steven Garcia bekerja di Kampus Keamanan Nasional Kansas City.
Lokasi itu memiliki fasilitas penting dalam rantai produksi komponen non-nuklir untuk sistem persenjataan strategis Negeri Paman Sam.
Peran fasilitas ini krusial karena mendukung lebih dari 80 persen komponen non-nuklir dalam sistem senjata nuklir, menjadikannya bagian vital dari infrastruktur pertahanan nasional.
Sementara itu, hilangnya Garcia dalam kondisi meninggalkan barang-barang pribadi memunculkan perhatian, mengingat latar belakang pekerjaannya yang terkait dengan sistem pertahanan strategis.
Presiden Donald Trump mengungkapkan, bahwa ia baru saja menyelesaikan pertemuan khusus untuk membahas isu ini.
Ia berjanji akan memberikan jawaban resmi dalam beberapa hari ke depan, menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang sangat serius bagi keamanan nasional.
"Saya berharap ini hanya kebetulan, tetapi kita akan mengetahuinya dalam satu setengah minggu ke depan," ujar Trump.