Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 18 April 2026 | 14:12 WIB
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]
baca 10 detik
  • Prof. Henri Subiakto mengkritik sikap pemerintah yang dianggap alergi terhadap suara kritis pengamat dalam sistem demokrasi.
  • DPR dan akademisi dinilai tidak lagi efektif mengawasi pemerintah karena pengaruh koalisi besar serta tekanan karier akademik.
  • Pemerintah yang hanya mendengarkan masukan pendukung berisiko menciptakan kebijakan tidak cerdas dan merugikan aspirasi rakyat luas.

Suara.com - Mantan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Prof. Henri Subiakto, melayangkan kritik pedas terhadap respons Istana yang belakangan terkesan alergi terhadap suara kritis para pengamat.

Henri menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menertibkan pengamat "tidak patriotik" serta pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya soal adanya "inflasi pengamat".

Menurut Henri, dalam sistem demokrasi, kepadatan komunikasi dan banyaknya opini adalah hal yang wajar, bukan sebuah inflasi yang harus ditakuti.

"Kalau sekarang ada yang alergi dengan jumlah yang banyak itu kalau dikatakan itu inflasi, itu aneh. Dalam sistem demokrasi itu density communication, kepadatan komunikasi itu memang akan banyak sekali karena ada kebebasan," ujar Henri dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Sabtu (18/4/2026).

DPR Bungkam, Kampus Terjebak ‘Bubble’

Guru Besar FISIP Universitas Airlangga ini menilai suara pengamat menjadi sangat krusial saat ini karena institusi formal yang seharusnya mengawasi pemerintah, yakni DPR, di anggapnya sudah "mati suri" akibat koalisi besar.

"DPR boleh dikatakan jarang sekali kritis atau berani melakukan suara-suara keras kepada pemerintah karena ketua umum partai-partai yang ada di DPR itu hampir sebagian besar ada di pemerintahan. Artinya ini satu institusi perwakilan negara saja sudah diam," tegasnya.

Tak hanya parlemen, Henry juga menyoroti kondisi kampus yang kini terjebak dalam academic bubble atau gelembung akademik.

Para akademisi menurutnya lebih sibuk mengejar jurnal Scopus demi "survival mode" ketimbang bersuara untuk rakyat.

baca juga
Ilustrasi Kritik (Pixabay)
Ilustrasi Kritik (Pixabay)

"Pengamat yang masih berani bersuara itu boleh dikatakan hanya orang-orang yang tidak lagi mengkhawatirkan risiko. Yang masih khawatir dengan risiko biasanya lebih baik diam," kata dia.

Peringatan 'Pemerintahan Tidak Cerdas'

Henry mengibaratkan kritik sebagai "pil pahit" yang berfungsi sebagai obat bagi pemerintah. Ia mengkhawatirkan budaya "Yes Man" dan asal bapak senang (ABS) di lingkaran Istana akan membuat kebijakan yang diambil tidak lagi berpihak pada aspirasi rakyat yang jernih.

"Kalau pemerintah enggak cerdas, enggak bijaksana, enggak hati-hati, rusak dong negara. Nah supaya enggak rusak itu pil pahitnya adalah kritik. Hanya orang yang tidak tahu demokrasi dan tidak suka demokrasi yang alergi terhadap kritik," kata Henri.

Ia juga menangkap kesan bahwa Presiden Prabowo mulai dibiasakan hanya mendengarkan suara-suara yang mendukung.

"Saya kok menangkap seolah-olah Pak Prabowo ini sudah dibiasakan untuk hanya mendengarkan suara-suara yang mendukung dan suara-suara yang meng-glorify-kan beliau di lingkaran itu. Jika semuanya top-down, yes man, ABS, ya korbannya adalah negara dan masyarakat. Pemerintahannya menjadi tidak cerdas," cetusnya.

Jika sikap alergi terhadap kritik terus berlanjut, Henri memperingatkan dampaknya bisa serius terhadap kualitas pemerintahan.

“Pemerintahannya menjadi tidak cerdas. Menjadi tidak mendengarkan suara aspirasi rakyat,” katanya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB

Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia

Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:06 WIB

Intip Rutinitas Sabtu Pagi Prabowo: Berenang di Hambalang Lalu Terbang ke Magelang

Intip Rutinitas Sabtu Pagi Prabowo: Berenang di Hambalang Lalu Terbang ke Magelang

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:06 WIB

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:38 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×