Akil Mochtar Divonis Penjara Seumur Hidup

Ruben Setiawan

Senin, 30 Juni 2014 | 23:13 WIB
Akil Mochtar Divonis Penjara Seumur Hidup
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menjalani sidang pembacaan vonis hari ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/6). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Majelis Hakim Tipikor yang diketuai oleh Suwidya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada Akil Mochtar, terdakwa kasus suap sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK). Mantan Ketua MK tersebut terbukti melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan enam dakwaan Jaksa Penuntut Umum(JPU) yang menuntutnya.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup karena terbukti sesuai dengan dakwan JPU," kata Suwidya dalam pembacaan vonis Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin(30/6/2014).

Menanggapi vonis tersebut, Akil menilai vonis tersebut merupakan vonis balas dendam terhadap dirinya. Oleh karena itu dirinya akan melakukan banding, bahkan sampai ke Tuhan sekalipun.

"Iya bandinglah, sampai ke Tuhan, sampai ke surgapun saya akan ajukan banding. Ini keputusan balas dendam," kata Akil usai sidang.

Hukuman maksimal dengan penjara seumur hidup dalam kasus korupsi merupakan pertama kali terjadi. Sebelumnya hal serupa tidak pernah terjadi.

Akil dijerat Pasal 12 huruf C (tentang penerimaan suap) Pasal 11 (tentang penerimaan gratifikasi) UU 20 tahun 2001 tentang Tipikor dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU 8 Nomer 2010 tentang TPPU. Ancaman maksimal dari pasal tersebut di atas adalah hukuman seumur hidup.

Jaksa menilai Akil terbukti menerima hadiah atau janji untuk pengurusan 15 sengketa pilkada di MK. Selama menjalankan aksi, menurut jaksa, Akil menerima uang sejumlah Rp57,7 miliar plus 500 ribu dolar AS dari sejumlah pihak, sejak tahun 2010 hingga menjabat Ketua MK.

Akil, kata jaksa, menerima masing-masing Rp3 miliar, Rp1 miliar, Rp19,866 miliar, Rp500 juta, serta 500 ribu dolar AS untuk pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Lebak, Palembang, Lampung Selatan, dan Empat Lawang. Kemudian untuk pengurusan sengketa Pilkada Jawa Timur, Akil menerima janji Rp10 miliar.

Jaksa menilai aksi pencucian uang Akil pada kurun waktu 22 Oktober 2010 hingga 2 Oktober 2013 atau saat ia telah menjadi hakim konstitusi, benar-benar terbukti. Nilai dugaan pencucian uangnya mencapai Rp161,080 miliar.

Selain itu, KPK juga mengusut dugaan pencucian uang Akil pada kurun waktu 17 April 2002 hingga 21 Oktober 2010. Ketika itu Akil masih menjabat anggota DPR hingga akhirnya menjabat Hakim Konstitusi. Nilai dugaan pencucian uangnya sekitar Rp20 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kala Kasus Korupsi Akil Mochtar Diungkit Kembali di Sidang Haris-Fatia

Kala Kasus Korupsi Akil Mochtar Diungkit Kembali di Sidang Haris-Fatia

News | Senin, 02 Oktober 2023 | 13:41 WIB

Terkini

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×