Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta aparat keamanan tidak ragu bertindak atas maraknya aksi bagi-bagi sembako dan praktik politik uang pada masa tenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.
"Saatnya Polri berani bertindak tegas menangkap seluruh pihak yang melakukan politik uang, intimidasi, dan jual beli C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, red.)," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo melalui pesan singkatnya di Semarang, Senin (7/7/2014).
Menjelang H-2 pencoblosan Pilpres, menurut Tjahjo yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, terasa kuat kehidupan demokrasi yang tidak sehat.
"Saya menerima secara langsung berbagai laporan dari masyarakat mengenai maraknya aksi bagi-bagi sembako (sembilan bahan pokok, red.) dan bentuk politik uang," katanya.
Anggota Komisi I (Bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informasi) DPR RI itu menegaskan bahwa aparat keamanan yang netral milik rakyat Indonesia harus bersatu dan benar-benar bertindak netral.
"Jangan sampai ada yang membenturkan dengan TNI dan Polri sebagaimana terjadi di awal reformasi. Saatnya Polri berani bertindak tegas," kata pria kelahiran Kota Surakarta (Solo) ini.
Lebih-lebih, lanjut Tjahjo, ketika rakyat sudah bersedia menjadi saksi dengan Maklumat Rakyat untuk Jokowi sebagaimana terjadi di Gelora Bung Karno, Jakarta. (Antara)