Pilpres, Kapolda: Bila Bali Jebol, Darah Banyak Bertumpahan

Siswanto

Senin, 07 Juli 2014 | 10:19 WIB
Pilpres, Kapolda: Bila Bali Jebol, Darah Banyak Bertumpahan
Gelar pasukan pengamanan Pilpres 2014 di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Senin (7/7).

Suara.com - TNI/Polri menetapkan Provinsi Bali sebagai daerah siaga satu peningkatan pengamanan menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.

"Bali ini barometer dan etalase pengamanan di Indonesia. Bali ini titik nadir. Kalau jebol saja sedikit, maka banyak darah yang bertumpahan. Jadi kami betul-betul jaga," kata Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu seusai memimpin apel siaga gabungan Polda Bali dan Kodam IX/Udayana di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (7/7/2014).

Oleh karena itu, katanya, pihaknya meningkatkan pengamanan termasuk di sejumlah pintu masuk menuju Pulau Dewata, baik jalur laut, udara, maupun darat. Peningkatan pengamanan dilakukan lebih ketat dengan mengerahkan sejumlah personel dan didukung sejumlah peralatan.

"Kami perketat dengan menggunakan alat modern dan memonitor dengan segala peralatan dan kesiapan anggota selama 24 jam," ucap mantan Kepala Polda Bengkulu itu.

Namun, jenderal bintang dua ini tidak menyebutkan detail daerah khusus di Pulau Dewata yang dianggap rawan dengan ancaman keamanan, baik menjelang maupun usai pilpres. Ia menyebutkan semua tempat di Pulau Dewata dikategorikan rawan gangguan keamanan.

"Semua tempat tidak ada yang tidak rawan. Kadang tempat itu terlihat aman, tetapi muncul kejadian," katanya.

Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya menyatakan bahwa sebagai daerah wisata internasional, keamanan Pulau Bali menjadi atensi penting aparat keamanan.

Ia berharap ada sinergitas aparat keamanan, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kondusifitas keamanan saat Pilpres 2014.

"Kita harus sama-sama dan gotong-royong karena keamanan paling utama sebagai daerah turis. Ini amat penting, makanya kami tetapkan Bali siaga satu," ujarnya.

Dalam apel gabungan tersebut, selain menunjukkan kesiapan personel, aparat juga mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya empat unit panser, Jihandak, mobil penghalau massa, meriam air, pasukan Denzipur, dan sejumlah peralatan lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif

Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif

News | Senin, 07 Juli 2014 | 09:39 WIB

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 09:18 WIB

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 08:36 WIB

Kubu Prabowo Minta Pendukung Tak Terpancing Ricuh di Hongkong

Kubu Prabowo Minta Pendukung Tak Terpancing Ricuh di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 08:01 WIB

Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang

Sebab Ricuh Pemungutan Suara di Hongkong, Bawaslu: TKI Telat Datang

News | Senin, 07 Juli 2014 | 07:25 WIB

Terkini

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

×