Soal "Quick Count", LSI dan IRC Siap Diaudit

Ruben Setiawan

Minggu, 13 Juli 2014 | 05:21 WIB
Soal "Quick Count", LSI dan IRC Siap Diaudit
Petugas memasang segel pada kotak suara pilpres. [Antara/Andika Betha]

Suara.com - Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Aji Alfarabi mengaku siap jika lembaganya akan diaudit menyusul heboh perbedaan hasil quick count Pilpres antara lembaga survei satu dengan lainnya.

"Kami sangat siap untuk diaudit, kami sangat terbuka," kata Aji dalam diskusi dalam diskusi yang bertajuk 'Republik Quick Count' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(12/7/2014).

Terlepas dari itu, dirinya mengungkap pula bahwa sebenarnya proses manajemen quick count sangatlah sulit. Karena itu, menurut dia, untuk melihat lembaga mana yang lebih kredibel dalam memaparkan hasil quick count maka perlu dilihat juga track record-nya.

Ia menambahkan, proses manajemen quick count sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Sejak tahun 2004, metode multistage random sampling menjadi metode favorit, dan itu semua dipakai oleh lembaga survei. Dan yang paling mudah untuk membuktikan siapa yang lebih kredibel adalah dengan membuka data sampel dari setiap provinsi, karena kalau proporsi berbeda maka hasilnya bisa berbeda.

"Selain itu track record juga harus diperhatikan. Kalau pileg kemarin, kita sudah terbukti, walaupun ada yang meleset sedikit, tapi itulah makanya ada margin error," kata Aji.

Kepala Riset IRC, Yunita Mandolang, juga mengungkapkan kesediaan jika lembaganya akan diaudit. Namun menurutnya, tanggapan beberapa lembaga survei terhadap hasil quick count sangatlah tidak proporsional. Yunita juga mengakui, quick count yang dilakukan oleh IRC dibiayai oleh MNC TV, Global, dan RCTI.

"Untuk audit, silakan, namun. Saya sangat menyayangkan tanggapan beberapa lembaga survei, yang menurut saya tidak proporsional," kata Yuanita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Timses Jokowi-JK: Jumlah Sampel Pengaruhi Hasil Survei

Timses Jokowi-JK: Jumlah Sampel Pengaruhi Hasil Survei

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 02:26 WIB

Puskaptis Habiskan 1,2 Miliar Untuk Biayai "Quick Count"

Puskaptis Habiskan 1,2 Miliar Untuk Biayai "Quick Count"

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 01:28 WIB

Peneliti: Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count" Perlu Diaudit

Peneliti: Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count" Perlu Diaudit

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 01:16 WIB

Peneliti Tuding Lembaga Survei Saat Ini Berorientasi Pada Bisnis

Peneliti Tuding Lembaga Survei Saat Ini Berorientasi Pada Bisnis

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 00:35 WIB

Persepi Angkat Bicara Soal Teror yang Dialami Anggotanya

Persepi Angkat Bicara Soal Teror yang Dialami Anggotanya

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 00:19 WIB

Ini Dua Penyebab Perbedaan Hasil "Quick Count"

Ini Dua Penyebab Perbedaan Hasil "Quick Count"

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 23:18 WIB

Terkini

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

×