RS Indonesia di Gaza Segera Beroperasi Rawat Korban Serangan Israel

Esti Utami | Suara.com

Senin, 14 Juli 2014 | 13:32 WIB
RS Indonesia di Gaza Segera Beroperasi Rawat Korban Serangan Israel
Tim MER-C yang dikirim ke Jalur Gaza (Foto: Humas MER-C)

Suara.com - Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengupayakan instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, dapat segera beroperasi untuk membantu merawat korban serangan udara tentara Israel.

Manajer Operasional MER-C Indonesia Rima Theresia Manzanaris ketika ditemui di Jakarta, Senin (14/7/2014), mengatakan awalnya "soft launching" rumah sakit ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2014, namun karena memanasnya situasi di Gaza membuat pihaknya berupaya agar warga yang menjadi korban dapat dirawat di sana.

"RS Indonesia sengaja dibangun di Bayt Lahiya karena berada sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan Israel, di mana banyak korban meninggal akibat agresi tahun 2008-2009," katanya.

Dia mengatakan dengan serangan yang terus terjadi, pihaknya berupaya dengan dana yang tersedia saat ini yaitu sebesar Rp13,5 miliar, dapat melengkapi alat kesehatan di ruang gawat darurat RS Indonesia sehingga dapat segera digunakan.

"Meskipun ketika dihitung biaya operasional untuk instalasi gawat darurat mencapai Rp15 miliar, dengan dana yang tersedia akan dimaksimalkan," urainya.

Rima menjelaskan total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dan kelengkapan alat kesehatan RS Indonesia secara keseluruhan sebesar Rp65 miliar lebih. Saat ini bangunannya sudah selesai dibangun, instalasi listriknya pun sedang dikerjakan sehingga yang menjadi prioritas berikutnya adalah melengkapi alat kesehatan di ruang gawat darurat agar dapat segera digunakan untuk merawat para korban.

"Untuk alat kesehatannya sendiri, kami masih berkoordinasi dengan relawan di Gaza, sebelumnya sudah ada tim yang memantau penyalur yang akan menyediakan peralatan, jadi kami hanya mengirimkan dana ke rekening saja," katanya.

Untuk tenaga medis, pihak Mer-C saat ini sedang menunggu dan berkoordinasi dengan relawan yang berbasis medis serta mau diberangkatkan ke Gaza.  Dalam sebulan terakhir, tercatat 19 relawan MER-C yang ada di Gaza, di mana empat di antaranya relawan yang sudah lama di sana, dan 15 orang lainnya merupakan relawan yang dikirim untuk menyelesaikan instalasi di RS Indonesia.

"Keberadaan RS Indonesia ini diharapkan bisa membantu menangani pasien yang mengalami trauma fisik dan merehabilitasi sehingga bisa mandiri dan beraktivitas kembali," katanya.

Dia menambahkan RS Indonesia bertipe traumatologi dan rehabilitasi, berstatus wakaf dari Pemerintah Palestina seluas 16.261 meter persegi dengan kapasitas 100 tempat tidur juga memiliki dua lantai serta satu lantai basement. Selain itu, RS Indonesia juga memiliki IGD, empat buah kamar operasi, intensive care unit (ICU), laboratorium, instalasi radiologi, poliklinik, rehabilitasi medis seperti farmasi, dapur rumah sakit, laundry dan ketel uap.

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela dan mobilitas tinggi. Mer-C bertujuan untuk memberikan pelayanan medis bagi korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. MER-C merupakan lembaga yang keanggotaannya disebut relawan atau "unpaid volunteers". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Israel Tonton Serangan ke Gaza Sambil Makan "Pop Corn"

Warga Israel Tonton Serangan ke Gaza Sambil Makan "Pop Corn"

News | Senin, 14 Juli 2014 | 10:49 WIB

Korban Tewas Akibat Serangan Israel Bertambah Menjadi 170 Orang

Korban Tewas Akibat Serangan Israel Bertambah Menjadi 170 Orang

News | Senin, 14 Juli 2014 | 08:03 WIB

Aktivis HAM: Tidak Ada Tempat Aman di Gaza

Aktivis HAM: Tidak Ada Tempat Aman di Gaza

News | Senin, 14 Juli 2014 | 07:44 WIB

Paus Fransiskus Desak Penghentian Kekerasan di Gaza

Paus Fransiskus Desak Penghentian Kekerasan di Gaza

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 21:01 WIB

Ribuan Warga Gaza Mengungsi Akibat Ancaman Serangan Israel

Ribuan Warga Gaza Mengungsi Akibat Ancaman Serangan Israel

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 20:34 WIB

Sekitar "Iron Dome", Perisai Israel yang Tangkis Roket Hamas

Sekitar "Iron Dome", Perisai Israel yang Tangkis Roket Hamas

Tekno | Minggu, 13 Juli 2014 | 20:04 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB