MH17 Lintasi Zona Bahaya Demi Hemat Bahan Bakar?

Ruben Setiawan

Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:39 WIB
MH17 Lintasi Zona Bahaya Demi Hemat Bahan Bakar?
Asap membubung dari lokasi jatuhnya pesawat MH17, di Grabovo, Donetsk, Ukrain, Kamis (17/7) [Reuters/Maxim Zmeyev].

Suara.com - Pascajatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17, muncul spekulasi yang menyebutkan bahwa pesawat itu terbang melintasi wilayah udara yang dilanda konflik karena ingin menghemat bahan bakar. Padahal, Eurocontrol, badan yang mengatur lalu lintas di seluruh wilayah udara Eropa sudah menyarankan agar maskapai sipil menghindari wilayah udara yang bersangkutan.

Peringatan itu disampaikan pada hari Senin (14/7/2014). Lewat NOTAM (sebutan untuk catatan resmi kepada para penerbang), mereka "secara tegas menyarankan" agar para penerbang menghindari wilayah udara itu.

Bukan hanya Eurocontrol yang mengeluarkan saran semacam itu. Badan Keamanan Penerbangan Eropa (EASA) pada April lalu, juga sudah menyarankan maskapai penerbangan sipil untuk mencari rute alternatif demi menghindari risiko yang bisa dialami pesawat sipil.

Namun, menurut Dailymail, mengutip Norman Shanks, profesor keamanan penerbangan di Universiutas Coventry, banyak maskapai yang membiarkan pesawatnya menempuh rute tersebut karena dinilai lebih singat, juga murah.

"Tapi Malaysia Airlines, seperti banyak maskapai penerbangan lainnya, masih memakai rute tersebut karena dianggap lebih singkat, yang artinya akan memakan lebih sedikit bahan bakar sehingga mengirit biaya," kata Shanks.

Sebelumnya, maskapai MAS, melalui situs resminya, memang telah mengatakan bahwa wilayah udara yang dilintasi MH17 bukan zona larangan terbang. Pernyataan MAS itu didasarkan pada informasi dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) “telah menyatakan bahwa wilayah udara yang dilintasi pesawat tersebut bukan termasuk zona yang dilarang”.

Pesawat MAS MH17 juga sudah terbang di atas ketinggian 33.000 kaki, mentaati peraturan dari otoritas Ukraina yang melarang pesawat terbang di bawah ketinggian 32.000 kaki. Namun, ternyata rudal darat ke udara masih bisa menjangkau pesawat.

Sebagaimana dilansir oleh Dailymail, kini, para penyidik kecelakaan pesawat tengah memeriksa rencana penerbangan ynag dipakai oleh pilot MH17. Mereka ingin memastikan apakah keputusan untuk terbang di atas zona perang itu merupakan upaya penghematan.

Pesawat MAS MH17 jatuh di Ukraina bagian timur pada hari Kamis (17/7/2014). Pesawat Boeing 777 yang berangkat dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia tersebut mengangkut 283 penumpang dan 15 kru. Sebanyak 12 di antara penumpang merupakan warga negara Indonesia (WNI).  (Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelum MH17 Jatuh, Ninik Ingin Ganti Pesawat Garuda di Malaysia

Sebelum MH17 Jatuh, Ninik Ingin Ganti Pesawat Garuda di Malaysia

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:38 WIB

Polri Tunggu Sampel DNA Keluarga Korban MH17

Polri Tunggu Sampel DNA Keluarga Korban MH17

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:37 WIB

Tak Kebagian Tiket MAS MH17, Satu Keponakan Vina Panduwinata Selamat

Tak Kebagian Tiket MAS MH17, Satu Keponakan Vina Panduwinata Selamat

Entertainment | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:28 WIB

Nenek PM Najib, Satu dari 43 Warga Malaysia di MH17

Nenek PM Najib, Satu dari 43 Warga Malaysia di MH17

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:25 WIB

Niat Mudik ke Wonosobo, Ninik Malah Jadi Korban MH17

Niat Mudik ke Wonosobo, Ninik Malah Jadi Korban MH17

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:23 WIB

5 Serangan Paling Mematikan Terhadap Pesawat Sipil

5 Serangan Paling Mematikan Terhadap Pesawat Sipil

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 14:15 WIB

Terkini

Isi Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Buru Nominal Pasti

Isi Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Buru Nominal Pasti

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:40 WIB

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:22 WIB

Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?

Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:17 WIB

Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG

Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:10 WIB

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:01 WIB

'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro

'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:54 WIB

Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai

Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:52 WIB

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:44 WIB

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:27 WIB

×