Arus Balik Cirebon-Bandung Padat Merayap

Ruben Setiawan

Jum'at, 01 Agustus 2014 | 09:00 WIB
Arus Balik Cirebon-Bandung Padat Merayap
Ilustrasi kepadatan arus lalu lintas. [Antara/Wahyu Putro A]

Suara.com - Memasuki H+4 lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah arus pemudik balik dari Cirebon mengarah Bandung melintasi Kabupaten Majalengka dan Sumedang padat merayap sehingga iring-iringan pemudik sempat tertahan di Tanjungsari.

Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa di Cijelag di persimpangan arah menuju jalur tengah Cikamurang, antrean sempat mengular hingga jembatan timbang Tomo tapi kendaraan mudah diurai oleh petugas lalu lintas.

Arus lalu lintas dari Cirebon diarahkan melalui jalur alternatif Rajagaluh, akibat jalan Palimanan menuju Jatiwangi padat, pertemuan kendaraan pemudik balik di Kadipaten sempat menghambat, sehingga tujuan Bandung memutar melintas SPBU Kadipaten.

Sementara itu dari Cijelag hingga Sumedang iring-iringan pemudik terus memadati jalur utama arah Bandung, sebagian memilih jalur altrenati Ciherang-mengarah Subang kembali Tanjungsari, pengendara tidak melintasai Cadas Pangeran.

Kusmanto salah seorang pemudik asal Cirebon di Cileunyi, Jum'at, mengatakan, arus balik dari Cirebon mengarah Bandung padat merayap, pengendara sempat tertahan di Kadipaten akibat pertemuan arus dari Rajagaluh, bahkan di Tomo antrean panjang hingga persimpangan Cijelag, setelah itu perjalanan ramai lancar hingga Sumedang.

Persimpangan Sumedang dari Cirebon dan Wado arah Tasikmalaya sempat padat, arah kota diberlakukan buka tutup, sehingga sempat macet bahkan jalan melintasi super market Griya pemudik tertahan, sehingga laju kendaraan hanya 10 kilometer per jam.

Sementara itu AKP Agus petugas pos pam lebaran di persimpangan Cileunyi arah Cirebon menuturkan, iring-iringan pemudik dari arah Cirebon menuju Bandung terus berdatangan, diperkirakan jumlah mereka akan bertambah.

Memasuki H+4 lebaran Idul Fitri volume kendaraan dari Cirebon mangarah Bandung melintasi Majalengka dan Sumedang melalui Cileunyi semakin meningkat, sehingga arus lalu lintas padat merayap. Tapi masih mudah diuraikan dengan mengalihkan mereka memanfaatkan jalur alternatif. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setengah Juta Pemudik Sumatera Belum Pulang ke Jawa

Setengah Juta Pemudik Sumatera Belum Pulang ke Jawa

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 05:30 WIB

Lalin Yogyakarta-Magelang Mulai Padat

Lalin Yogyakarta-Magelang Mulai Padat

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 03:00 WIB

Puncak Arus Balik di Bakauheni Diprediksi Sabtu

Puncak Arus Balik di Bakauheni Diprediksi Sabtu

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 02:15 WIB

Akhirnya Tengah Malam, Jalur Puncak Dibuka Dua Arah

Akhirnya Tengah Malam, Jalur Puncak Dibuka Dua Arah

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 00:30 WIB

Lalin Puncak Arah Jakarta Masih One Way

Lalin Puncak Arah Jakarta Masih One Way

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 23:30 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×