SBY: Tidak Ada Kabinet Demisioner

Ruben Setiawan | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 00:57 WIB
SBY: Tidak Ada Kabinet Demisioner
Presiden SBY. [Rumgapres/Abror]

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan tidak ada kabinet demisioner, sehingga para menteri harus tetap bekerja serta menjalankan tugasnya dengan baik hingga presiden baru disumpah oleh MPR pada 20 Oktober 2014.

"Oleh karena itu, saya tidak suka sebenarnya kalau di antara anggota kabinet atau menteri sudah menganggap bahwa pemerintahan ini sudah berakhir atau semi berakhir, lantas memposisikan dirinya sudah demisioner. Itu keliru besar. Boleh dikatakan itu lari dari tanggung jawab. Rakyat akan mencatat hal-hal seperti itu kalau terjadi di negeri kita," kata Presiden menyikapi isu terkini dalam video yang diunggah ke Youtube, Kamis (7/8/2014)

"Lantas kalau ditanyakan setelah ada presiden terpilih maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan pemerintahan ini, yang kita lakukan apakah keputusan, kebijakan harus dilakukan secara bersama atau dikonsultasikan terlebih dahulu, itu juga tidak seperti itu dalam tatanan undang-undang dasar kita," kata Presiden.

Menurut Presiden Yudhoyono, sesuai dengan konstitusi, masa jabatan presiden akan berakhir pada 20 Oktober 2014. Sebelum presiden pengganti dilantik, konstitusi mengamanatkan sejumlah kewajiban dan tanggung jawab. Misalnya membuat RAPBN 2015.

Namun demikian, Yudhoyono menegaskan dirinya menyadari penting untuk membuat langkah yang bijak bagi pemerintahan selanjutnya. Untuk itu, Presiden menegaskan tidak akan membuat kebijakan-kebijakan strategis yang berdampak pada pemerintahan berikutnya.

"Oleh karena itulah sebenarnya sejak bulan April yang lalu saya sudah mengeluarkan instruksi dan menetapkan kebijakan, yang intinya melarang para menteri atau anggota kabinet untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang fundamental dan strategis yang berimplikasi pada pemerintahan yang akan datang atas inisiatifnya sendiri, saya larang itu," katanya.

Presiden menambahkan, "Juga tidak saya izinkan mereka untuk melakukan penggantian-penggantian pejabat utama, apalagi secara besar-besaran. Saya berpikir, lebih baik itu dilaksanakan oleh presiden mendatang, oleh pengganti saya nanti. Kecuali kalau ada alasan yang sah." Presiden mencontohkan, penggantian Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman beberapa waktu lalu. Penggantian tersebut dilaksanakan karena Jenderal Budiman akan memasuki pensiun pada September 2014.

"Sebagai contoh saya mengganti KSAD karena Jenderal Budiman bulan depan sudah pensiun, sehingga saya masih memiliki tugas dan tanggung jawab untuk penggantian KSAD tersebut karena presiden baru belum ada," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Jokowi-JK Langsung Pelajari Berkas Perbaikan Prabowo-Hatta

Tim Jokowi-JK Langsung Pelajari Berkas Perbaikan Prabowo-Hatta

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 19:05 WIB

LSI: Dukungan Buat Jokowi-JK Meningkat Pasca Penetapan KPU

LSI: Dukungan Buat Jokowi-JK Meningkat Pasca Penetapan KPU

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 18:36 WIB

Jokowi-JK Siapkan 25 Saksi di Sidang MK

Jokowi-JK Siapkan 25 Saksi di Sidang MK

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 18:04 WIB

Ini Penjelasan MK Soal Salah Ketik Nama Anggota KPU

Ini Penjelasan MK Soal Salah Ketik Nama Anggota KPU

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 17:44 WIB

Ini Bocoran Materi Sidang MK Besok dari Kubu-Jokowi

Ini Bocoran Materi Sidang MK Besok dari Kubu-Jokowi

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 17:35 WIB

Pramono Anung: Pembentukan Pansus Pertanggungjawaban Pilpres Berlebihan

Pramono Anung: Pembentukan Pansus Pertanggungjawaban Pilpres Berlebihan

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 16:06 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB