LSI: Dukungan Buat Jokowi-JK Meningkat Pasca Penetapan KPU

Laban Laisila | Suara.com

Kamis, 07 Agustus 2014 | 18:36 WIB
LSI: Dukungan Buat Jokowi-JK Meningkat Pasca Penetapan KPU
Joko Widodo dan Jusuf Kalla di atas kapal layar, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan dukungan masyarakat terhadap Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) terus meningkat pasca-keputusan resmi tentang hasil Pilpres 2014 ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jika Pilpres dilakukan hari ini, maka perolehan suara Jokowi-JK sebesar 57,06 persen, sedangkan Prabowo-Hatta 30,39 persen, dengan tingkat responden yang tidak tahu atau tidak menjawab 12,55 persen," ujar peneliti LSI Ade Mulyana dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Meningkatnya persentase dukungan bagi Jokowi-JK itu diketahui berdasarkan hasil temuan dan analisis survei nasional, LSI yang bertajuk Network Head to head dukungan Prabowo-Jokowi Pascakeputusan Resmi KPU.

Survei LSI ini dilakukan pada tanggal 4-6 Agustus 2014, dengan melibatkan 1.200 responden yang dilakukan dengan metode "quickpoll" melalui "smartphone" dengan tingkat margin error 2,9 persen.

Menurut Ade, jika responden yang tidak tahu atau tidak menjawab dibagi secara proporsional kepada kedua pasangan capres, maka perolehan dukungan bagi Jokowi-JK pun tetap dominan yakni 65,25 persen dan dukungan terhadap Prabowo-Hatta sebesar 34,75 persen.

Bertambahnya dukungan Jokowi-JK ini menurut LSI, didasari berbagai faktor, antara lain segmen pemilih muslim yang pada saat Pilpres dilaksanakan 9 Juli 2014 lebih banyak mendukung Prabowo-Hatta, saat ini berbalik mendukung Jokowi-JK.

Selain itu karakter pemilih Prabowo-Hatta dinilai merupakan pemilih yang ragu-ragu dan lebih mudah mengubah pilihannya. Mereka umumnya berada di perkotaan dengan tingkat pendidikan yang baik, dan percaya serta menghormati hasil KPU.

Berdasarkan survei LSI, 67,59 persen publik percaya dengan hasil resmi KPU bahwa Jokowi-JK adalah pemenang Pilpres 2014 dan hanya 18,52 persen yang menyatakan tidak percaya hasil KPU.

Turunnya pamor Prabowo juga diakibatkan persepsi negatif publik terhadap reaksi dan sikap pasangan Prabowo-Hatta yang kurang "legowo" dan tidak simpatik dalam merespon hasil resmi KPU.

"Sikap tersebut terlihat dengan mengklaim kemenangan dari hasil 'quick count' lembaga survei abal-abal dan menarik diri dari proses rekapitulasi resmi KPU. Sikap mendelegitimasi KPU dan putusannya direspon negatif oleh publik," ujar dia.

Dia mengatakan disisi lain Jokowi-JK dinilai terlihat lebih santun dan elegan dalam merespon hasil resmi KPU maupun dalam merespon berbagai tudingan dan gugatan terhadapnya.

"Hal itu terlihat dari pernyataan Jokowi yang menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo adalah seorang negarawan, serta selebrasi kemenangan yang biasa-biasa saja," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi-JK Siapkan 25 Saksi di Sidang MK

Jokowi-JK Siapkan 25 Saksi di Sidang MK

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 18:04 WIB

Ini Penjelasan MK Soal Salah Ketik Nama Anggota KPU

Ini Penjelasan MK Soal Salah Ketik Nama Anggota KPU

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 17:44 WIB

Ini Bocoran Materi Sidang MK Besok dari Kubu-Jokowi

Ini Bocoran Materi Sidang MK Besok dari Kubu-Jokowi

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 17:35 WIB

Pramono Anung: Pembentukan Pansus Pertanggungjawaban Pilpres Berlebihan

Pramono Anung: Pembentukan Pansus Pertanggungjawaban Pilpres Berlebihan

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 16:06 WIB

Terkini

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB