Azyumardi Azra: Indonesia Harus Dijaga dari ISIS

Achmad Sakirin

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 13:36 WIB
Azyumardi Azra: Indonesia Harus Dijaga dari ISIS
Sejumlah tokoh lintas agama menggelar diskusi dengan tema "Umat Beragama & Kepercayaan Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI" di Jakarta, Senin (4/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Jakarta Prof. Dr. H Azyumardi Azra mengatakan Indonesia perlu dijaga dari pengaruh "Islamic State of Iraq and Syria" (ISIS).

Menurutnya, jika gerakan itu muncul bisa mengacaukan Indonesia dan kerugian paling besar dialami orang Islam.

"Kalau gerakan itu muncul di Indonesia dan ini bisa kacau, maka yang rugi itu adalah orang Islam, karena orang Islam paling banyak di Indonesia," katanya dalam diskusi ilmiah di Kampus IAIN Palu, Jumat (8/8/2014).

Ia juga mengatakan, jika Indonesia kacau, maka orang Islam tidak bisa minta suaka kemana-mana.

"Kalau organisasi Islam mau minta suaka di Amerika tidak mungkin dapat," katanya.

Karena itulah, kata dia, Indonesia harus dijaga dari pengaruh ajaran keagamaan yang membuat bangsa Indonesia berantakan. "Jangan hal-hal yang utopia serta merta dibawa ke Indonesia," katanya.

Menurut dia, konsep khilafah yang menjadi misi ISIS jelas tidak relevan dengan umat Islam Indonesia.

"Indonesia lebih mengenal negara bangsa, bukan khilafah, seperti yang dikampanyekan ISIS atau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), meski pendekatan HTI lebih soft," katanya.

Azyumardi banyak menjelaskan tentang sejarah munculnya ISIS dari Timur Tengah yang dipengaruhi oleh instabilitas di negara-negara Arab itu.

Secara keseluruhan, Timur Tengah merupakan wilayah regional yang paling tidak pernah stabil sejak pasca-Perang Dunia II. Sejak itu dan hingga kini selalu menjadi pusat pergolakan politik dan kekerasan.

Faktor utamanya adalah konflik Palestina-Israel, pertarungan antarnegara Arab sendiri maupun konflik politik domestik seperti gerakan Islamis Ikhwanul Muslimin.

"ISIS lahir dari instabilitas politik, sosial dan agama," katanya.

Menurut Azyumardi, ketika gelombang demokrasi sampai ke Syria, berkecambalah berbagai kelompok oposisi.

Kata dia, sebagian dari opisis itu murni gerakan pro-demokrasi dan lebih banyak lagi kelompok militan radikal dengan semangat sektarianisme keagamaan yang menyala-nyala. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bendera ISIS Berkibar di Perkantoran Jambi

Bendera ISIS Berkibar di Perkantoran Jambi

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 13:25 WIB

Obama Izinkan Serangan Udara ke Wilayah Irak

Obama Izinkan Serangan Udara ke Wilayah Irak

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 09:29 WIB

Bahas ISIS, Menteri Agama Kumpulkan Sejumlah Ulama

Bahas ISIS, Menteri Agama Kumpulkan Sejumlah Ulama

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 07:29 WIB

Warga Kristen Tinggalkan Kota yang Direbut ISIS

Warga Kristen Tinggalkan Kota yang Direbut ISIS

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 06:42 WIB

Polisi Deteksi Keberadaan ISIS di NTB

Polisi Deteksi Keberadaan ISIS di NTB

News | Kamis, 07 Agustus 2014 | 20:31 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×