Polisi Malaysia Bantah Pernyataan Kapolri Soal MH370

Ruben Setiawan

Selasa, 16 September 2014 | 03:30 WIB
Polisi Malaysia Bantah Pernyataan Kapolri Soal MH370
Kapolri Jendral Sutarman.[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar membantah laporan sebuah media tanah air yang mengatakan bahwa dirinya dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sutarman mengetahui keberadaan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak bulan Maret silam.

Lansiran Bernama, Tan Sri Khalid Abu Bakar mengaku terkejut dengan laporan media tersebut. Pasalnya, menurut dia, Polisi Diraja Malaysia belum pernah membuat kesimpulan apapun terkait pesawat yang hilang bersama 227 penumpang dan 12 krunya itu.

"Saya ingin tahu di media apa dan kapan laporan itu diterbitkan! Saya akan menanyakan kepada Kapolri (Jenderal Sutarman) apakah ia mengatakan sesuatu tentang hal itu," tegas Abu Bakar.

"Saya tidak pernah diberitahu tentang laporan semacam itu," katanya seperti dikutip oleh Bernama.

Bantahan itu disampaikan Abu Bakar setelah muncul pemberitaan dari sebuah media tanah air, pada Jumat (13/9/2014) yang mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman. Dalam berita itu ada kutipan Jenderal Sutarman yang mengatakan bahwa dirinya dan polisi Malaysia tahu penyebab hilangnya pesawat MH370. Namun, Sutarman tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait pengakuannya itu.

"Saya berbicara dengan Kepala Polisi Malaysia Tun Mohammed Hanif Omar, saya tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan MH370," kata Sutarman dalam sebuah acara di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/9/2014) seperti dikutip media tanah air tersebut.

Yang kemudian jadi menarik adalah bahwa Tun Mohammed Hanif Omar adalah perwira tinggi polisi Malaysia yang sudah tidak lagi menjabat. Omar menjabat sebagai Kepala Kepolisian Diraja Malaysia sejak 8 Jun 1974 dan berhenti menjabat pada 15 Januari 1994. Sedangkan, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Polisi Diraja Malaysia adalah Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar.

Pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 asal Kuala Lumpur, Malaysia, hilang dalam penerbangannya menuju Beijing, Cina, pada 8 Maret 2014. Hingga kini, berbagai upaya pencarian yang melibatkan banyak negara belum membuahkan hasil. (Malaysian Insider/News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KBRI Kuala Lumpur Bantah Komentar Kapolri Soal MH370

KBRI Kuala Lumpur Bantah Komentar Kapolri Soal MH370

News | Selasa, 16 September 2014 | 05:46 WIB

 Kapolri Lantik 16 Pejabat Polisi Baru

Kapolri Lantik 16 Pejabat Polisi Baru

News | Rabu, 03 September 2014 | 09:22 WIB

Kapolri: Pembatasan BBM Subsidi Ganggu Stabilitas Keamanan

Kapolri: Pembatasan BBM Subsidi Ganggu Stabilitas Keamanan

Bisnis | Senin, 01 September 2014 | 12:41 WIB

Kerja Sama Bank Indonesia dengan Polri

Kerja Sama Bank Indonesia dengan Polri

Foto | Senin, 01 September 2014 | 11:46 WIB

Perwira Polisi Ini Berani Bongkar Penyimpangan yang Dilakukan Atasannya

Perwira Polisi Ini Berani Bongkar Penyimpangan yang Dilakukan Atasannya

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 10:26 WIB

Gugat Anggota Kompolnas, Kapolri Dinilai Arogan

Gugat Anggota Kompolnas, Kapolri Dinilai Arogan

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 09:19 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×