ISIS Rencanakan Serangan ke Jalur Kereta Bawah Tanah AS dan Paris

Ruben Setiawan Suara.Com
Jum'at, 26 September 2014 | 08:18 WIB
ISIS Rencanakan Serangan ke Jalur Kereta Bawah Tanah AS dan Paris
Pasukan ISIS berparade di Kota Raqqa, Suriah, (30/6). (Reuters/Stringer)

Suara.com - Irak mengaku memiliki laporan intelijen yang menyebutkan bahwa Negara Islam (IS) yang sebelumnya menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana menyerang jalur kereta bawah tanah di Paris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS). Informasi tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, hari Kamis (25/9/2014).

"Mereka berencana menyerang kereta bawah tanah di Paris dan AS," kata Abadi kepada sekelompok kecil wartawan saat berada di New York, AS, dalam rangka menghadiri rapat dengan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Saya meminta informasi yang lebih terpercaya. Saya meminta nama. Saya meminta perincian, untuk kota-kota (yang jadi sasaran), Anda tahu, tanggal. Dan dari perincian yang telah saya terima, ya, ini tampaknya kredibel," lanjut Abadi.

Abadi mengatakan, dirinya menerima informasi tersebut pada Kamis pagi dari militan yang ditangkap di Irak dan menyimpulkan bahwa informasi tersebut dapat dipercaya. Menurut Abadi, rencana itu disusun dari Irak oleh "jaringan" Negara Islam (IS).

Namun, Abadi menolak memberikan rincian lebih lanjut. Seorang pejabat senior yang bersama Abadi mengatakan bahwa intel Irak telah membongkar "ancaman serius" dan telah membagi informasi tersebut dengan badan-badan intelijen sekutunya.

"Sebuah penyelidikan untuk memastikan kebenaran laporan intelijen dan sejauh mana rencana tersebut sudah diimplementasikan," kata pejabat tersebut.

Pernyataan itu mengejutkan pemerintah di AS dan Prancis. Otoritas Kota New York pun mengerahkan petugas keamanan ke jalur kereta bawah tanah untuk memastikan keamanan.

Kendati demikian, pemerintah AS dan Prancis mengaku belum dapat bukti yang memperkuat klaim Abadi. Ben Rhodes, seorang wakil penasehat keamanan nasional AS untuk Presiden Barack Obama mengatakan, AS belum mengkonfirmasi adanya ancaman tersebut.

"Apa yang selalu kami utarakan kepada warga Irak adalah jika mereka punya informasi yang relevan dengan aktivitas teroris atau rencana teroris, mereka dapat dan harus membagi informasi tersebut melalui saluran intelijen dan penegak hukum kami," kata Rhodes di atas pesawat Air Force One bersama Obama.

"Kami tentu akan menganggap serius segala informasi yang mereka berikat," tambahnya.

Badan keamanan Prancis pun mengatakan bahwa mereka belum punya informasi untuk membenarkan pernyataan Abadi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI