Yusril Sarankan SBY dan Jokowi Tak Teken UU Pilkada

Siswanto

Selasa, 30 September 2014 | 08:03 WIB
Yusril Sarankan SBY dan Jokowi Tak Teken UU Pilkada
Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi saksi ahli dari kubu Prabowo-Hatta pada sidang gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jumat (15/8/2014). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Di tengah-tengah kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jepang, Kepala Negara dan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra bertemu secara khusus di Kyoto.

Pertemuan tersebut diungkapkan oleh Yusril melalui Twitter @Yusrilihza_Mhd.

Mantan Menteri Hukum dan HAM itu mengungkapkan bahwa ketika itu ia tengah berada di Tokyo, sedangkan SBY berada di Kyoto. Yusril mengatakan dihubungi SBY pada malam tanggal 27 September. SBY meminta waktu bertemu untuk meminta masukan sehubungan dengan UU Pilkada yang telah disahkan DPR pada Jumat (26/9/2014).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Seskab dan Dubes RI untuk Jepang.

"Saya telah memberikan masukan yang saya anggap paling baik dan paling bijak untuk mengatasi persoalan tersebut," kata Yusril.

Namun, Yusril tidak menjelaskan secara rinci apa saja jalan keluar yang disarankannya. Mengenai hal itu, kata Yusil, sebaiknya Presiden sendirilah yang menjelaskan kepada publik.

Salah satu saran Yusril kepada SBY adalah agar SBY tidak usah menandatangani dan mengundangkan RUU tersebut sampai jabatannya habis, Oktober 2014.

"Sementara Presiden baru yang menjabat mulai 20 Oktober juga tidak perlu tandatangani dan undangkan RUU tersebut," kata Yusril.

Sebab, kata Yusril, Presiden baru tidak ikut membahas RUU. Dengan demikian, Presiden baru dapat mengembalikan UU ke DPR untuk dibahas lagi.

Yusril juga mengungkapkan ia telah berkomunikasi dengan Jokowi sebagaimana yang diminta SBY untuk membicarakan tentang jalan keluar tersebut.

Sekitar 30 menit usai pertemuan dengan SBY, Yusril langsung menghubungi Jokowi melalui telepon.

"Pada intinya Presiden terpilih Joko Widodo dapat memahami jalan keluar yang saya sarankan, yang saya anggap terbaik bagi semua pihak," kata Yusril.

Yusril berharap solusi tersebut merupakan jalan tengah terbaik untuk mengatasi persoalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendukung Jokowi akan Serahkan Trofi Bapak Anti Demokrasi ke SBY

Pendukung Jokowi akan Serahkan Trofi Bapak Anti Demokrasi ke SBY

News | Selasa, 30 September 2014 | 06:35 WIB

Demokrat Tak Terima SBY Disalahkan

Demokrat Tak Terima SBY Disalahkan

News | Senin, 29 September 2014 | 19:44 WIB

Siapa Komando "Walk Out" Demokrat Saat Sidang UU Pilkada?

Siapa Komando "Walk Out" Demokrat Saat Sidang UU Pilkada?

News | Senin, 29 September 2014 | 19:04 WIB

DPP Gelar Konpers, Fraksi Demokrat DPR Rapat Tertutup

DPP Gelar Konpers, Fraksi Demokrat DPR Rapat Tertutup

News | Senin, 29 September 2014 | 10:52 WIB

Kemenangan Koalisi Merah Putih DPR Mulai Berpengaruh ke DPRD

Kemenangan Koalisi Merah Putih DPR Mulai Berpengaruh ke DPRD

News | Senin, 29 September 2014 | 09:42 WIB

Terkini

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:54 WIB

×