Kabut Asap Semakin Rawan Picu Kecelakaan

Achmad Sakirin

Selasa, 30 September 2014 | 12:11 WIB
Kabut Asap Semakin Rawan Picu Kecelakaan
Kabut asap mengganggu aktivitas warga. [Antara/Muhammad Arif Pribadi]

Suara.com - Kabut asap yang makin pekat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai makin rawan memicu kecelakaan lalu lintas, baik di darat maupun sungai.

"Beberapa hari ini kabut asap di Sampit dan sekitarnya memang makin tebal sehingga mengganggu jarak pandang pada pagi hari. Makanya kami mengimbau para pengendara angkutan umum maupun kendaraan pribadi agar lebih berhati-hati," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kotim H Fadlian Noor di Sampit, Selasa (30/9/2014).

Kabut asap di Sampit dan sekitarnya pada pagi hari bertambah pekat. Selain mengancam kesehatan masyarakat karena asap bercampur debu, pekatnya asap juga mengganggu pengguna lalu lintas di darat dan sungai karena jarak pandang terbatas.

Saat kondisi kabut asap cukup parah, sejak subuh hingga sekitar pukul 07.00 WIB, jarak pandang aman di sejumlah lokasi seperti di Jalan Kihajar Dewantara hanya sekitar 30 meter sehingga membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu agar tidak bertabrakan, katanya.

Sementara itu, katanya, jarak pandang di Sungai Mentaya juga sangat terbatas. Pekatnya asap membuat pandangan ke seberang sungai tidak bisa terlihat. Motoris kelotok atau kapal juga harus mengurangi kecepatan untuk menghindari tabrakan.

"Kondisi seperti ini tidak bisa dipaksakan. Lebih baik mengurangi kecepatan, menyalakan lampu dan lebih berhati-hati agar tidak bertabrakan karena jarak pandang terganggu," ucap Fadlian.

Makin pekatnya kabut asap tiap pagi disebabkan kebakaran lahan yang masih marak terjadi di kawasan Sampit dan sekitarnya. Asap biasanya akan berkurang pada siang hari ketika tiupan angin cukup kencang sehingga mampu mengurai konsentrasi kepekatan asap. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB Padamkan Titik Api

BNPB Padamkan Titik Api

Foto | Jum'at, 26 September 2014 | 15:49 WIB

 Terkait Kabut Asap, Gubernur Jambi Dipanggil Wapres

Terkait Kabut Asap, Gubernur Jambi Dipanggil Wapres

News | Senin, 22 September 2014 | 22:16 WIB

Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Kapal Cepat

Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Kapal Cepat

News | Minggu, 21 September 2014 | 12:46 WIB

JK: Kabut Asap di Riau Tidak Boleh Terulang Lagi

JK: Kabut Asap di Riau Tidak Boleh Terulang Lagi

News | Minggu, 21 September 2014 | 01:55 WIB

Hujan Redakan Kabut Asap yang Menyelimuti Sumatera Barat

Hujan Redakan Kabut Asap yang Menyelimuti Sumatera Barat

News | Sabtu, 20 September 2014 | 12:50 WIB

Kabut Asap Tebal, 5 Penerbangan Tujuan Batam Batal

Kabut Asap Tebal, 5 Penerbangan Tujuan Batam Batal

News | Jum'at, 19 September 2014 | 11:38 WIB

BNPB: Kabut Asap Belum Ganggu Penerbangan

BNPB: Kabut Asap Belum Ganggu Penerbangan

News | Jum'at, 19 September 2014 | 08:22 WIB

Terkini

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:29 WIB

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:03 WIB

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:54 WIB

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:42 WIB

Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?

Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:42 WIB