Swedia Akui Kedautalan Palestina, Israel Meradang

Liberty Jemadu

Senin, 06 Oktober 2014 | 00:15 WIB
Swedia Akui Kedautalan Palestina, Israel Meradang
Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven (Reuters/Janerik Henriksson).

Suara.com - Pemerintah Israel meradang karena Perdana Menteri Swedia, Stefan Loefven, mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat.

Loefven, pemimpin partai Sosial Demokrat yang baru memenangkan pemilihan umum September kemarin, mengatakan bahwa dengan mengakui kedaulatan Palestina, Swedia ingin mendorong "solusi dua negara" dalam konflik Israel-Palestina.

"Sebuah solusi dua negara membutuhkan pengakuan dari dua pihak dan keinginan untuk hidup berdampingan secara damai," kata Loefven dalam pidato pelantikannya di hadapan parlemen Swedia, Jumat (3/10/2014).

Pengakuan itu dikecam keras oleh Israel, yang mengatakan bahwa Swedia terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan tersebut.

"Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman mengatakan dia kecewa, bahwa perdana menteri baru telah terburu-buru membuat pernyataan terkait posisi Swedia yang mengakui kedaulatan negara Palestina, yang tampaknya dibuat tanpa waktu yang cukup untuk mempelajari masalah itu secara mendalam," bunyi pernyataan dari kantor departemen luar negeri Israel, Sabtu (4/10/2014).

Israel juga mengatakan akan memanggil Duta Besar Swedia untuk Israel, Carl Magnus Nesser.

Pada 2012 Swedia adalah salah satu negara yang mendukung pengakuan Palestina sebagai negara peninjiau nonanggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa, melawan kehendak Amerika Serikat dan sekutu Israel lainnya.

Tujuh negara Uni Eropa dari kawasan Eropa timur, yakni Bulgaria, Siprus, Republik Cek, Hongaria, Malta, Polandia, dan Rumania, sudah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Adapun pernyataan Loefven disambut suka cita oleh pemimpin Palestina dan dikritik keras oleh AS, sekutu utama Israel.

"Kami yakin pengakuan internasional akan negara Palestina adalah prematur," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki. (Al Arabiya/AFP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AS Anggap Swedia Terburu-buru Akui Palestina

AS Anggap Swedia Terburu-buru Akui Palestina

News | Sabtu, 04 Oktober 2014 | 07:57 WIB

Swedia akan Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Akui Palestina

Swedia akan Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Akui Palestina

News | Sabtu, 04 Oktober 2014 | 06:50 WIB

Palestina Minta Israel Enyah Paling Lambat Tahun 2016

Palestina Minta Israel Enyah Paling Lambat Tahun 2016

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 13:46 WIB

Terkini

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB