Gunung Kidul Darurat Penyelundupan Manusia

Ardi Mandiri

Sabtu, 18 Oktober 2014 | 03:05 WIB
 Gunung Kidul Darurat Penyelundupan Manusia
Sejumlah pengunjung berwisata ke pantai Kukup, Gunung Kidul, Yogyakarta. (Foto: Antara/ Noveradika)

Suara.com - Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewaspadai kejahatan penyelundupan manusia yang biasa terjadi di sepanjang pantai wilayah ini pada Oktober.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarnaen di Gunung Kidul, Jumat (17/10/2014), mengatakan berbagai upaya telah dilakukan jajarannya, terkait penyelundupan manusia atau people Smuggling.

"Petugas terus melakukan pemantauan dan pengawasan di wilayah pesisir pantai di Gunung Kidul. Kegiatan yang dilakukan masih bersifat preventif dengan peningkatan patroli pantai. Sebab, biasanya kejadian berlangsung pada Oktober. Kami juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat, sehingga paham bahayanya, kata Faried.

Faried berharap masyarakat terutama wilayah pesisir tidak terlibat dalam penyelundupan karena bisa terkena sanksi pidana.

"Masyarakat jangan sampai terperdaya dengan iming-iming uang, dan menyuruh ikut membantu," kata dia.

Ia mengatakan posisi Gunung Kidul merupakan lokasi strategis karena berbatasan langsung dengan ke Christmas Island dan Australia. Setidaknya ada enam kecamatan yang berpotensi menjadi jalur penyelundupan manusia, yakni Kecamatan Tepus, Purwosari, Tanjungsari, Girisubo, Panggang, dan Saptosari.

"Sebaiknya masyarakat langsung melaporkan jika ada orang yang mencurigakan mengajak untuk menyebrangkan orang," kata Faried.

Sejak 2011 lalu, lanjut Faried, polisi menggagalkan penyelundupan sebanyak tiga kali. Kasus terakhir terjadi pada 19 Oktober 2013, sebanyak 30 imigran gelap diamankan di wilayah Pantai Parangracuk, Tanjungsari.

Sementara itu, Kasat Pol Air Polres Gunung Kidul AKP Irianto menambahkan modus operandi yang digunakan cenderung rapi karena menggunakan model jaringan terputus. Di mana, peran penyelundup masih dalam satu jaringan, tapi antarpenyelundup tidak saling mengenal.

"Orangnya tidak saling mengenal. Padahal bekerja bersama-sama," katanya.

Ia mengakui kondisi ini menyebabkan pihak kepolisian kesulitan dalam menyelidiki. Namun demikian, pihaknya akan terus menggencarkan operasi.

"Kami terus melakukan operasi, di sekitar pesisir karena biasanya melalui darat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Perceraian PNS di Gunung Kidul Tergolong Tinggi

Kasus Perceraian PNS di Gunung Kidul Tergolong Tinggi

News | Kamis, 11 September 2014 | 22:03 WIB

Gunung Kidul Potensial Jadi Ladang Ganja

Gunung Kidul Potensial Jadi Ladang Ganja

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 21:29 WIB

Sebanyak 35 Orang Diselundupkan dalam Peti Kemas ke Inggris

Sebanyak 35 Orang Diselundupkan dalam Peti Kemas ke Inggris

News | Minggu, 17 Agustus 2014 | 16:28 WIB

Ribuan Wisatawan Padati Objek Wisata Gunung Kidul

Ribuan Wisatawan Padati Objek Wisata Gunung Kidul

Lifestyle | Kamis, 31 Juli 2014 | 00:43 WIB

 Gempa Goyang Gunung Kidul

Gempa Goyang Gunung Kidul

News | Jum'at, 18 April 2014 | 22:53 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×