Dua Anak Penumpang MH370 Tuntut Kompensasi

Ruben Setiawan

Jum'at, 31 Oktober 2014 | 17:44 WIB
Dua Anak Penumpang MH370 Tuntut Kompensasi
Pesawat Selandia Baru pencari Malaysian Airlines (MAS) MH370, (16/10). (Reuters)

Tujuh bulan sudah pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang tanpa jejak dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Beijing. Kini, dua anak dari seorang penumpang yang ikut dalam penerbangan itu menuntut ganti rugi dari pihak maskapai MAS, Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) dan tiga pihak lainnya atas hilangnya ayah mereka.

Adalah sang ibu, Ng Pearl Ming, (38), yang melayangkan tuntutan tersebut atas nama kedua anak yang berusia 13 dan 11 tersebut. Mereka diwakili oleh pengacara S Arunan dan Gary Edward Chong dari Messrs Rusmah Arunan & Associates, Kuala Lumpur.

Selain menuntut MAS dan DCA, mereka juga menuntut Direktur Jenderal Imigrasi, Kepala Angkatan Udara Malaysia (RMAF), serta Pemerintah Malaysia. Dalam tuntutan tersebut, mereka mengklaim sang ayah, Jee Jing Hang, (41), salah satu penumpang MH370 sudah meneken Contract of Carriage alias Perjanjian Pengangkutan dengan MAS dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014 silam.

Mereka mengklaim bahwa berdasarkan kontrak tersebut, MAS, sebagai tergugat pertama, wajib menjamin keselamatan penerbangan. Namun, berdasarkan kontrak tersebut, MAS sudah melanggar perjanjian sebab pesawat itu tidak pernah mendarat di Beijing, tanpa adanya penjelasan terperinci tentang gagalnya penerbangan tersebut sampai sekarang.

Dua bersaudara itu juga mengklaim bahwa MAS tidak memberikan penjelasan yang cukup tentang apa yang terjadi pada penerbangan tersebut, terutama soal keberadaannya. MAS juga dinilai gagal melakukan tugasnya secara benar sehingga mengakibatkan hilangnya ayah mereka.

Mereka juga menyebut direktur jenderal DCA, sebagai tergugat kedua, yang bertanggung jawab memberikan pelayanan pusat kendali lalu lintas udara untuk memastikan keselamatan penerbangan, telah gagal dan lalai mengambil langkah tepat untuk mengembalikan komunikasi serta melacak pesawat melalui radar.

Departemen Imigrasi Malaysia juga dinilai gagal dan lalai melakukan inspeksi terperinci soal penumpang sehingga mengakibatkan masuknya orang-orang dengan dokumen palsu ke dalam pesawat. Kedua penggugat juga mengklaim Angkatan Udara Malaysia (RMAF) gagal dan lalai dalam mengerahkan asetnya untuk segera mengenali penerbangan tak dikenal yang muncul di radar mereka, yang mana kemungkinan besar adalah pesawat MH370.

Kedus remaja tersebut menuntut kompensasi dari seluruh pihak tergugat atas hilangnya ayah mereka, satu-satunya tulang punggung keluarga yang mendapat nafkah sebesar RM16.895 atau senilai Rp61 juta per bulan. Mereka juga menuntut kompensasi atas kesedihan dan penderitaan yang mereka alami.

Pesawat MAS MH370 hilang dari pantauan radar pada 8 Maret 2014 silam ketika sedang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 kru tersebut diduga jatuh di Samudera Hindia. Namun, hingga saat ini, upaya pencarian belum juga membuahkan hasil. (Malaysia Kini)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Lifestyle | Kamis, 29 Agustus 2024 | 20:04 WIB

10 Tahun Tragedi MH17, Luka Lama Belum Sembuh, Keadilan Masih Dicari

10 Tahun Tragedi MH17, Luka Lama Belum Sembuh, Keadilan Masih Dicari

News | Rabu, 17 Juli 2024 | 16:51 WIB

Gunung Ruang Meletus, Puluhan Penerbangan di Malaysia dan Singapura Dibatalkan

Gunung Ruang Meletus, Puluhan Penerbangan di Malaysia dan Singapura Dibatalkan

News | Kamis, 18 April 2024 | 19:11 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×