Adik WNI Korban Mutilasi Hilang Enam Tahun Lalu

Siswanto

Selasa, 04 November 2014 | 02:06 WIB
Adik WNI Korban Mutilasi Hilang Enam Tahun Lalu
Ilustrasi TKW

Suara.com - Ngadiman, tokoh masyarakat Grumbul Banaran, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, bercerita tentang keluarga Sumarti Ningsih (23), WNI  yang dimutilasi di Hongkong.

Kata Ngadiman, sebelum kehilangan Sumarti untuk selamanya, keluarga Achmad Kaliman (58) dan Suratmi (49) telah diuji dengan hilangnya putri sulung mereka, Suyani.

Kejadian itu berlangsung enam tahun yang lalu. Saat itu, kata Ngadiman, Suyani yang hendak bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, hilang di Stasiun Jakarta Kota. Sampai sekarang keberadaan Suyani tidak ada kabar beritanya.

"Padahal, Suyani punya seorang anak yang saat ini berusia enam tahun," katanya.

Seperti diwartakan, Sumarti Ningsih dan seorang rekannya menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang bankir asal Inggris, Rurik George Caton Jutting (29).

Jenazah Sumarti Ningsih ditemukan dengan kondisi terpotong-potong dalam sebuah koper di balkon lantai 31 apartemen milik Rurik Jutting di Distrik Wan Chai, Hongkong, Sabtu (1/11/2014). Saat ini pelaku telah ditangkap kepolisian Hongkong.

Kemudian Kaliman bercerita Sumarti yang lahir di Bungo Tebo, Jambi, pada tanggal 22 April 1991, berangkat ke Hongkong untuk pertama kalinya pada tahun 2011 sebagai pembantu rumah tangga melalui PT Arafah Bintang Perkasa Cabang Cilacap.

Setelah dua tahun delapan bulan bekerja, kata dia, Sumarti kembali ke Gandrungmangu dan selanjutnya kursus "Disc Jockey (DJ) di Yogyakarta hingga mendapatkan sertifikat "Basic DJ Mixing Course" dengan nilai baik.

"Baru satu bulan di rumah, dia berangkat lagi ke Hongkong tetapi tidak melalui perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia, melainkan menggunakan visa turis. Saya sudah melarang, tetapi dia tetap ingin berangkat untuk mencari uang demi masa depan Muhammad Hafid Arnovan (5), anak hasil pernikahan sirinya dengan seorang warga Semarang bernama Subadar sehingga saya pun akhirnya mengizinkan," kata Kaliman yang juga Ketua RT 02 RW 05.

Kaliman mengatakan saat itu Sumarti bekerja di salah satu restoran bersama saudara-saudaranya yang juga mengadu nasib di Hongkong.

Karena menggunakan visa turis, kata dia, Sumarti hanya berada di Hongkong selama tiga bulan dan selanjutnya pulang ke rumah sebelum bulan Ramadhan 2014.

Usai Lebaran 2014, kata dia, pada tanggal 2 Agustus Sumarti berangkat lagi ke Hongkong dengan menggunakan visa turis.

"Saya terakhir kali berhubungan dengan Sumarti melalui telepon pada tanggal 15 Oktober dan dia mengatakan kalau akan pulang pada tanggal 2 November. Sebelum mendapat kabar tentang meninggalnya Sumarti, saya sempat mencoba menelepon untuk memastikan rencana kepulangannya, tetapi tidak dapat dihubungi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×