Desember Pemerintah Bentuk Pasukan Penjaga Laut

Liberty Jemadu

Kamis, 13 November 2014 | 17:55 WIB
Desember Pemerintah Bentuk Pasukan Penjaga Laut
Menteri Kordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia, Tedjo Edhy Purdijatno (Antara).

Suara.com - Pemerintah Presiden Joko Widodo akan membentuk sebuah satuan penjaga laut dan pantai pada Desember mendatang, demikian dikatakan Menteri Kordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia, Tedjo Edy Purdijatno dalam wawancara dengan Reuters, Kamis (13/11/2014).

Satuan itu dibentuk untuk memberantas pembajakan, penyelundupan, dan menjamin keamanan di perairan Indonesia, seiring dengan rencana Presiden Jokowi untuk membangun jalur transporasi air yang mumpuni di Tanah Air.

"Terlalu banyak badan yang tumpang tindih, yang tidak efektif dalam mengamankan perairan," kata Tedjo yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

"Kami akan menyatukan semuanya di bawah sebuah kesatuan penjata laut dan pantai, untuk menjamin bahwa semua kegiatan bisnis yang menggunakan transportasi laut tidak dirugikan," imbuh dia.

Satuan yang akan diluncurkan pada pertengahan Desember itu juga akan bertugas menjaga perbatasan laut, memberantas penangkapan ikan ilegal, dan menangkal perdagangan manusia.

Menurut Tedjo awalnya satuan itu akan meminjam pasukan dan kapal-kapal milik militer. Dalam satu tahun ke depan satuan itu akan berdiri sendiri. Meski demikian, dalam wawancara pertama dengan media asing itu, Tedjo menolak membeberkan kekuatan kesatuan tersebut.

Pemerintah Jokowi, kata Tedjo, memang menargetkan kenaikan anggaran pertahanan, dari 0,8 sampai 1,5 persen dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian anggaran militer Indonesia akan setara dengan Malaysia.

Naiknya anggaran militer bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan antara negara-negara Asia Tenggara dengan Cina.

Tedjo mengatakan bahwa anggaran militer akan difokuskan pada belanja senjata dan teknologi dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Cina, untuk memproduksi peralatan militer di dalam negeri serta mengekspor peralatan seperti kapal selam dan rudal.

"Contohnya, setelah dua kapal atau jet tempur dibuat di luar negeri, kapal atau jet ketiga bisa kami buat di dalam negeri. Tetapi tentu itu akan digunakan di dalam negeri dulu dan kemudian baru kami mengekspor," ujar Tedjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Harta Kekayaan Menko Polhukam dan Maritim

Ini Harta Kekayaan Menko Polhukam dan Maritim

News | Selasa, 28 Oktober 2014 | 16:55 WIB

Kementerian Koordinator Polhukam Dapat Anggaran Rp448 Miliar

Kementerian Koordinator Polhukam Dapat Anggaran Rp448 Miliar

News | Selasa, 09 September 2014 | 16:11 WIB

Pertemuan Tim Transisi Dengan Menko Polhukam Hanya Pendahuluan

Pertemuan Tim Transisi Dengan Menko Polhukam Hanya Pendahuluan

News | Senin, 08 September 2014 | 21:35 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×