Yasona Bandingkan Prasetyo dengan Abraham Samad

Siswanto, Bagus Santosa

Kamis, 20 November 2014 | 17:49 WIB
Yasona Bandingkan Prasetyo dengan Abraham Samad
Menkum HAM Yasona H. Laoly [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly mengatakan penunjukan anggota Fraksi Nasional Demokrat DPR periode 2014-2019 HM Prasetyo menjadi jaksa agung merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

Bagi Yasona kemampuan seseorang akan terlihat setelah bekerja. Ia menyontohkan Abraham Samad. Ketika Samad baru terpilih jadi Ketua KPK, banyak pihak yang meragukannya. Tapi, setelah Samad bekerja, ternyata mampu berprestasi.

"Jadi soal integritas, seolah-olah parpol ini tidak jadi obyektif. Gak usahlah ada dikotomi parpol non parpol. Harus ada profesionalisme di bidang penegakan hukum. Dulu banyak orang mengkritik Abraham Samad, nggak paslah, inilah, itulah. Tetap setelah kita lihat, justru beliaulah yang paling progresif pendekatan hukum beliau," kata Yasona di DPR, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

"Saya percaya telah diputuskan Presiden dengan segala pertimbangan matang bahwa Pak Prasetyo jadi jaksa agung yang baru," Yasona menambahkan.

Yasona yakin sebelum menunjuk Prasetyo, Presiden Jokowi sudah mempertimbangkan banyak hal, termasuk masukan dari tim.

Yasona berharap setelah menjadi jaksa agung, Prastyo berkoordinasi dengan Kemenkumham dan lembaga penegakan hukum lainnya.

"Saya percaya bahwa jaksa agung yang baru akan dapat bekerjasama dengan Kemenkumham dalam rangka menata pembangunan dan penegakan
hukum. Pasti ada kerjasama yang baik dengan Polri, dengan KPK, dengan Kemenkumham," kata Yasona yang merupakan menteri dari PDI Perjuangan.

Setelah Prasetyo terpilih, kata Yasona, otomatis ia mundur dari keanggotaan di Partai Nasdem dan anggota DPR.

"Kan pasti sudah ada mundurnya. Paling tidak sudah diajukan. Tapi pastilah ada prosedur. Tidak mungkin Pak Presiden ambil keputusan seperti itu
sebelum mengambil semua syarat-syarat. Sudah pasti ada. Hanya mungkin diajukan surat," kata dia.

Bidang hukum sesungguhnya bukan dunia baru bagi Prasetyo. Sebelum masuk partai politik, ia pernah menduduki sejumlah posisi penting di Kejagung. Di antaranya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung (2005 - 2006) dan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejagung (2005 - 2006).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP: Prasetyo Pilihan yang Tepat

PPP: Prasetyo Pilihan yang Tepat

News | Kamis, 20 November 2014 | 16:22 WIB

Jadi Jaksa Agung, Prasetyo Mundur dari Nasdem

Jadi Jaksa Agung, Prasetyo Mundur dari Nasdem

News | Kamis, 20 November 2014 | 15:19 WIB

Desmond Pertanyakan Motif Jokowi Pilih Prasetyo

Desmond Pertanyakan Motif Jokowi Pilih Prasetyo

News | Kamis, 20 November 2014 | 15:03 WIB

HM Prasetyo, Politisi Nasdem yang Jadi Jaksa Agung

HM Prasetyo, Politisi Nasdem yang Jadi Jaksa Agung

News | Kamis, 20 November 2014 | 14:42 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB