Peringatan untuk Menkumham, Jangan Ada Kasus PPP Kedua

Siswanto Suara.Com
Minggu, 07 Desember 2014 | 14:40 WIB
Peringatan untuk Menkumham, Jangan Ada Kasus PPP Kedua
Politisi PPP Ahmad Yani

Suara.com - Sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Yani menyarankan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia agar jangan campur tangan ke dalam permasalahan yang sedang terjadi di internal Partai Golongan Karya.

"Cukuplah kasus PPP. Jangan ada kasus PPP kedua. Biarkanlah yang selesaikan internal Golkar sendiri," kata Ahmad Yani kepada Suara.com, Minggu (7/12/2014). "Partai kan memiliki AD/ART sendiri. Jadi, kewenangan ada di masing-masing. Kita harus menghargai, pemerintah tidak boleh intervensi."

Seperti diketahui, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly pernah menandatangani surat Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP PPP hasil keputusan Muktamar VIII PPP 15-17 Oktober 2014 di Surabaya, Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh kelompok Romahurmuziy. Langkah tersebut mendapat kritik keras, terutama dari PPP kubu Suryadharma Ali dan Koalisi Merah Putih. Mereka menilai Yasonna terlalu cepat intervensi ke dalam masalah internal PPP, padahal seharusnya kementerian memberikan waktu bagi kedua kubu untuk islah.

Ahmad Yani menambahkan sekarang sudah bukan zamannya lagi pemerintah ikut campur ke dalam permasalahan yang terjadi di partai.

"Partai kan organ negara yang diatur oleh konstitusi sebagai pilar bangsa. Kalau diintervensi, berarti sudah tidak ada itu," kata Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani bila negara masih turut campur, sama artinya kembali ke zaman Orde Baru.

"Bahkan, lebih jelek dari Orba. Seharusnya itu diambil pelajarannya," kata dia.

Untuk sejauh ini, PPP mengapresiasi pemerintah dalam kasus pertikaian di internal Partai Golkar antara kelompok Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

"Kita apresiasilah, pemerintah, kan tidak mengambil langkah. Buktinya (kemarin) tidak hadir (di acara munas). Jadi, biarkan internal masing-masing menyelesaikan masalah berdasarkan perspektif Golkar. Pihak luar jangan ikut-ikut," kata Ahmad Yani.

Saat ini, Musyawarah Nasional IX Partai Golkar yang diselenggarakan kelompok Agung Laksono diselenggarakan di Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Acara tersebut dibuka Sabtu (6/12/2014) malam dan akan ditutup Senin (8/12/2014) nanti.

Penyelenggaraan acara tersebut dilakukan setelah kelompok Aburizal Bakrie terlebih dahulu menyelenggarakan Munas IX di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, akhir 30 November sampai 4 Desember 2014.

Panitia munas Ancol dan Bali sama-sama mengklaim menyelenggarakan acara seusai dengan kuorum.

Munas Bali secara aklamasi telah memilih Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar periode 2014-2019. Ia terpilih memimpin partai berlambang pohon beringin untuk kedua kalinya.

Sementara munas Ancol rencananya akan memilih ketua umum pada malam nanti. Ada tiga kandidat yang berkompetisi, yakni Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Priyo Budi Santoso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI