Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai, penemuan lokasi tenggelamnya sejumlah kapal selam Nazi Jerman tipe Unterseeboot atau U-boot, bisa dijadikan tempat wisata seperti halnya kapal Titanic.
"Pemerintah punya tiga pilihan, bisa dijadikan tempat wisata sejarah seperti halnya Titanic," kata Hanafi Rais, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Politisi PAN ini menilai, pemerintah bisa juga mendiamkan bangkai kapal selam, berikut tengkorak awak kapal kalau ada, di tempat aslinya. Dengan catatan bisa memeliharanya supaya tidak dicuri pihak lain. Atau, mengangkatnya menjadi bagian museum nasional.
Arkeolog Indonesia menemukan bangkai kapal selam di perairan Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Setelah diteliti, kapal selam itu peninggalan milik Nazi Jerman.
Penemuan kapal selam Jerman itu bermula dari keterangan nelayan lokal Karimunjawa yang biasa mencari ikan. Seringkali nelayan terganggu dengan adanya benda misterius berupa kapsul besar. Tim Arkeologi Indonesia kemudian melakukan penyelaman dan lalu menemukan rongsokan yang cirinya kapal selam.
Benda-benda yang berhasil diangkat antara lain piring dengan logo Nazi, aki baterai dalam bahasa Jerman, teropong, kacamata selam, pipa udara, penutup mulut, dan sepatu boot yang cukup besar untuk ukuran orang Indonesia, kancing baju dengan logo jangkar dan benda lainnya.
Kamis, 11 Desember, kemarin, Menteri kordinator Kemaritiman Indroyono, Dubes Jerman untuk Indoneisa Norbert Bass dan Tim Penyelam dari Kopaska TNI AL, merilis bangka kapal selam ini. Kapal bertipe U-boat ini diduga tenggelam di laut Jawa pada masa perang dunia ke dua.