Bus Sekolah Gratis Muncul, Ribuan Sopir Angkot Malang Ancam Mogok

Ardi Mandiri

Rabu, 31 Desember 2014 | 02:44 WIB
Bus Sekolah Gratis Muncul, Ribuan Sopir Angkot Malang Ancam Mogok
Bus Sekolah. (Shutterstock)

Suara.com - Ribuan sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Malang, Jawa Timur, mengancam mogok massal menyikapi rencana beroperasinya bus sekolah gratis pada Senin (5/1) karena keberadaan bus sekolah dikhawatirkan mengancam pendapatan mereka.

Ketua angkot jalur Landungsari-Dinoyo-Gadang (LDG), Supriyanto, Selasa (30/12/2014), mengakui para sopir angkot dari 25 jalur resah dengan adanya bus sekolah gratis tersebut karena akan mengancam pendapatan sopir, apalagi selama ini pendapatan sopir angkot sebagian besar dari penumpang pelajar.

"Selama ini belum ada komunikasi dan sosialisasi terkait keberadaan bus sekolah tersebut, tahu-tahu sudah diluncurkan dan diperkenalkan pada publik. Baru hari ini ada sosialisasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan kami tetap menolak keberadaan bus sekolah tersebut," tegasnya di sela-sela sosialisasi pengoperasian bus sekolah gratis.

Hanya saja, katanya, kapan mogok massal itu dilakukan, masih perlu koordinasi lebih matang dan lebih lanjut, sehingga keberatan sopir benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan oleh Pemkot Malang.

Ia mengakui pendapatan sopir angkot selama ini banyak ditopang dari penumpang pelajar, bahkan hampir 70 persen dari pendapatan setiap hari.

"Kalau bus sekolah gratis beroperasi, otomatis siswa akan lebih banyak memilih bus ketimbang harus mengeluarkan ongkos dengan naik angkot," ujarnya.

Jumlah angkot di Kota Malang saat ini sebanyak 2.190 unit dan melintasi 25 jalur di wilayah itu, termasuk hampir seluruh lokasi sekolah dilalui angkot. Oleh karena itu, jumlah penumpang paling banyak adalah pelajar.

Sebelumnya, Ketua Organda Kota Malang, Rudy Soesamto mengatakan Organda telah mengirimkan surat kepada Wali Kota Malang, Kapolresta Malang dan Ketua DPRD kota itu yang meminta Pemkot Malang membatalkan operasional bus sekolah.

Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM), Soemito, mengatakan seharusnya ada komunikasi yang intensif antara pemerintah dengan sopir angkot, sebelum bus sekolah dioperasikan.

Ia menilai pada prinsipnya keberadaan bus sekolah memang perlu didukung karena mampu mengurai kemacetan, namun permasalahan lainnya juga harus dipikirkan, terutama nasib sopir angkot yang kemungkinan pendapatannya akan menurun drastis sebagai dampak beroperasinya bus sekolah.

"Masalah ini harus dibahas bareng, duduk bersama cari solusi dulu, program ini bagus, tapi untuk saat ini harus dikaji terlebih dahulu, penolakan bus sekolah oleh sopir angkot ini bisa berakibat fatal, seperti yang terjadi pada penolakan jalur satu arah beberapa waktu lalu," tegasnya.

Pada intinya, kata Soemito, pemerintah kurang komunikasi, apalagi pada pertemuan antara sopir angkot, Organda dan Dishub hari ini, Selasa, (30/12/2014) masih kurang memenuhi unsur masyarakat yang berkepentingan Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setiyanto mengaku pihaknya sudah mengantisipasi rencana mogok para sopir angkot yang menolak hadirnya bus sekolah tersebut. "Dari awal kami sudah antisipasi, kalau mereka sampai mogok, kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk mengatasi hal ini," ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, dirinya sudah berulang kali melakukan sosialisasi dengan pihak Organda terkait adanya bus sekolah tersebut, bahkan para orang tua murid banyak yang menanyakan kepastian beroperasinya bus sekolah. Mereka mendukung keberadaan transportasi gratis bagi siswa itu.

"Ini program pemerintah yang harus didukung, apalagi bus sekolah ini juga sebagai upaya untuk meminimalkan siswa yang menggunakan motor," tegasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Foto | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:54 WIB

Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas

Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 12:26 WIB

Momen Mencekam! Video Bus Siswa Terbakar di Thailand Viral, 44 Siswa dan Guru Dalam Bahaya

Momen Mencekam! Video Bus Siswa Terbakar di Thailand Viral, 44 Siswa dan Guru Dalam Bahaya

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 16:33 WIB

Rencana Penambahan Rute Bus Sekolah Gratis di Jakarta

Rencana Penambahan Rute Bus Sekolah Gratis di Jakarta

Foto | Rabu, 19 Juni 2024 | 15:40 WIB

Jumlah Korban Kecelakaan Maut di Ciater, Bertambah Jadi 11 Korban

Jumlah Korban Kecelakaan Maut di Ciater, Bertambah Jadi 11 Korban

Video | Minggu, 12 Mei 2024 | 07:02 WIB

Bus Sekolah yang Bawa 18 Siswa Alami Kecelakaan di Kentucky

Bus Sekolah yang Bawa 18 Siswa Alami Kecelakaan di Kentucky

News | Selasa, 15 November 2022 | 11:38 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×