Kisah Menegangkan Tim SAR Cari Korban AirAsia

Suwarjono

Sabtu, 03 Januari 2015 | 21:41 WIB
Kisah Menegangkan Tim SAR Cari Korban AirAsia
Tim Basarnas dari Kapal KN 101 Purworejo melihat benda berwarna hitam di laut, Kamis (1/1). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Pujian dan rasa bangga diungkapkan berbagai pihak di Tanah Air, bahkan dunia internasional pun mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak di Selat Karimata.

Tepatnya pada hari ketiga pencarian (30/12/2014), tim sudah berhasil menemukan titik lokasi serpihan pesawat dan penumpang yang menjadi korban.

Penemuan ini dari hasil penyisiran helikopter yang dipimpin oleh Pangkoops AU I, Marsekal Muda Agus Dwi Putranto, saat menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sejumlah pihak menyebut penemuan ini adalah penemuan tercepat dalam pencarian pesawat hilang.

Namun, sebenarnya bukan pujian itu yang jadi tujuan, karena misi besar tim adalah melakukan pencarian para korban, lalu mengevakuasi 155 penumpang dan tujuh kru pesawat nahas itu.

Upaya untuk mencari pesawat yang hilang setelah sekitar 8 menit lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya menuju Singapura pada Minggu (28/12/2014) pagi, tidak semudah yang dibayangkan.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan SAR Nasional, TNI dari seluruh angkatan, Polri dan instansi lainnya harus berjibaku, bahkan bertaruh nyawa menghadapi cuaca buruk di laut.

Saat ini, perairan Selat Karimata sedang dilanda cuaca buruk. Gelombang tinggi antara 2-5 meter disertai hujan dan angin kencang, tidak saja menggagalkan upaya pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga bisa menenggelamkan kapal tim evakuasi.

Seperti Selasa (30/12/2014), tim penyelam dari TNI AD berusaha melakukan pencarian ke lokasi titik koordinat penemuan serpihan pesawat dan korban AirAsia yaitu di Gosong Aling, tidak jauh dari lokasi pesawat hilang kontak.

Tim penyelam yang bertolak menggunakan perahu cepat jenis RBB, tak kuasa melawan cuaca buruk di laut. Tim terpaksa berbalik arah ke posko karena dihadang gelombang tinggi setelah sempat satu jam perjalan menuju lokasi. Terlalu berbahaya jika perjalan menuju titik koordinat yang akan dituju itu diteruskan.

Hari berikutnya, Rabu (31/12/2014), tim dari TNI AD kembali bertolak menuju lokasi dipimpin langsung Komandan Korem 102/Panju Panjung, Kolonel Kav Sulaiman Agusto dengan personel sekitar 50 orang, termasuk di antaranya tim penyelam.

Sekitar pukul 06.00 WIB, tim bertolak dari Pantai Kubu menggunakan tiga kapal jenis tugboat. Sejak pukul 05.00 WIB, awan gelap sudah menaungi laut dan tim bertolak diiringi hujan dan angin.

Awak kapal memperkirakan, perjalanan menuju Gosong Aling sekitar lima sampai enam jam. Tapi itu perkiraan waktu tempuh jika laut dalam kondisi normal yaitu gelombang tidak terlalu tinggi.

Sayangnya, kondisi laut saat itu ternyata sangat ekstrem. Baru sekitar satu jam perjalanan, hantaman gelombang tinggi sudah terasa menggoyangkan kapal yang tadinya berjalan normal.

Suara keras benturan jangkar ke lambung kapal setiap dihantam gelombang, membuat suasana terasa makin menakutkan. Gerakan kapal yang tak menentu akibat hantaman gelombang, membuat banyak penumpang kapal yang mabuk laut sehingga tidak bisa banyak melakukan aktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:10 WIB

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:08 WIB

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:04 WIB

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

News | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

Harga Mobil Daihatsu September 2026, Mending Sirion atau Rocky?

Harga Mobil Daihatsu September 2026, Mending Sirion atau Rocky?

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Edit Foto Gaya Retro 80-an yang Lagi Viral di HP, Tinggal Klik

Cara Edit Foto Gaya Retro 80-an yang Lagi Viral di HP, Tinggal Klik

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 16:49 WIB

Kaum Wanita Paling Banyak Pakai Pinjol untuk Akses Kredit

Kaum Wanita Paling Banyak Pakai Pinjol untuk Akses Kredit

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:43 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 16:43 WIB

Terkini

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:10 WIB

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:05 WIB

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:04 WIB

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB

Pendidikan Indonesia: Terlalu Banyak Program, Terlalu Sedikit Kemajuan

Pendidikan Indonesia: Terlalu Banyak Program, Terlalu Sedikit Kemajuan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 17:00 WIB

Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku

Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku

Jatim | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

News | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

5  Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

5 Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 16:54 WIB

×