Hanyut 12 Hari, Nelayan Asal Serui Ditemukan Hidup

Ardi Mandiri

Minggu, 25 Januari 2015 | 22:13 WIB
Hanyut 12 Hari, Nelayan Asal Serui Ditemukan Hidup
Nelayan [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Seorang nelayan asal Kampung Pom Serewen, Serui, Kabupaten Yapen Barat, Papua, Elisa Pihahel (50) yang sempat  dinyatakan hilang di perairan Serui, ditemukan selamat di perairan perbatasan RI-Papua Nugini, Sabtu (24/1/2015) kemarin.

Sebelum ditemukan, Elisa terombang-ambing selama 12 hari di tengah laut, dengan kondisi cuaca ekstrem, sehingga membuat dirinya lemas dan tak sadarkan diri.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Patrige  mengatakan, Elisa ditemukan oleh dua nelayan Hamadi yakni Ansar dan Aci dalam kondisi mengapung di samping perahu yang nyaris tenggelam  di sekitar perairan RI-Papua Nugini.

Diceritakan Patrige, kronologis penemuan nelayan asal Serui itu, berawal pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIT, Ansar dan Aci sedang mencari ikan di perairan RI-Papua Nugini, kemudian mereka melihat ada sebuah perahu terapung. Karena mendengar suara mesin perahu yang digunakan Ansar dan Aci yang berada di sekitar lokasi, Elisa yang terapung tak sadarkan diri langsung bangun dan berteriak meminta tolong.

"Mendengar teriakan minta tolong, dua  dua nelayan itu lansung mendekati perahu dan melihat ternyata ada orang di samping perahu. Mereka lalu membantu korban yang dalam kondisi lemas dan tidak bisa berdiri untuk dinaikan ke perahu menuju daratan pasar Hamadi," kata Patrige saat dihubungi Suara.Com Minggu (25/1/2015) di Jayapura, Papua.

Setibanya di Pusat Pelelangan Ikan Pasar Hamadi, Jayapura, dua nelayan itu melaporkan petugas di Pos Polisi Perairan Polres Jayapura Kota, terkait penemuan nelayan yang hanyut di perairan RI-Papua Nugini.

Ditambahkan Patrige, berdasarkan keterangan Elisa, ia keluar mencari ikan di perairan Serui sejak tanggal 13 Januari 2015. Namun saat ia sudah mendapatkan ikan yang banyak dan ingin kembali ke daratan, tiba-tiba gelombang besar menghantam perahu sehingga menyebabkan mesin perahu mati total. Elisa sempat berusaha menyalakan mesin, namun mesin perahu tak juga menyala. 

"Dan dalam kondisi mesin mati itu kemudian gelombang tinggi yang kedua kalinya datang menyapu perahu dan menghanyutkan korban bersama perahunya  ke perairan batas RI-Papua Nugini," terang Patrige.

Saat  ini Elisa yang masih dalam kondisi syok sudah dibawa ke salah satu kerabatnya di belakang pasar sentral Hamadi untuk diistirahatkan. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selamat dari Kapal Tenggelam, 19 Nelayan Disambut Histeris

Selamat dari Kapal Tenggelam, 19 Nelayan Disambut Histeris

News | Jum'at, 23 Januari 2015 | 01:30 WIB

Tertangkap di Papua, Kapal Ikan Vietnam Terancam Ditenggelamkan

Tertangkap di Papua, Kapal Ikan Vietnam Terancam Ditenggelamkan

News | Jum'at, 23 Januari 2015 | 00:30 WIB

Terkini

TsureKano Tamat di Volume 14, Akhiri Kisah Mantan Kekasih jadi Saudara Tiri

TsureKano Tamat di Volume 14, Akhiri Kisah Mantan Kekasih jadi Saudara Tiri

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Klaim Sikap Tak Berubah Meski Masuk Istana, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

Klaim Sikap Tak Berubah Meski Masuk Istana, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:18 WIB

9 Juta Keluarga Butuh Rumah, Lippoland Kembangan Hunian Murah Rp100 Juta

9 Juta Keluarga Butuh Rumah, Lippoland Kembangan Hunian Murah Rp100 Juta

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Punya Tumbler Belum Tentu Ramah Lingkungan, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Punya Tumbler Belum Tentu Ramah Lingkungan, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:12 WIB

WIKA dan Waskita Jadi Persoalan, Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Lain

WIKA dan Waskita Jadi Persoalan, Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Lain

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Anwar Usman Soal Gugatan Ijazah Gibran: Nggak Mau Intervensi dan Diintervensi

Anwar Usman Soal Gugatan Ijazah Gibran: Nggak Mau Intervensi dan Diintervensi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Rekomendasi Day Cream dan Night Cream dari Kulit Manggis, Ampuh Pudarkan Flek Hitam Usia 40 Tahun

Rekomendasi Day Cream dan Night Cream dari Kulit Manggis, Ampuh Pudarkan Flek Hitam Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani

Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Konser Ramah Lingkungan, Bisakah Menikmati Musik Tanpa Membebani Lingkungan?

Konser Ramah Lingkungan, Bisakah Menikmati Musik Tanpa Membebani Lingkungan?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×