Gara-gara Pernyataan Menteri Tedjo, Jokowi Kena Imbasnya

Siswanto

Selasa, 27 Januari 2015 | 09:44 WIB
Gara-gara Pernyataan Menteri Tedjo, Jokowi Kena Imbasnya
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Minggu (25/1). (Antara)

Suara.com - Gara-gara Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno yang mempertanyakan dukungan rakyat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dengan menyebut, "rakyat enggak jelas," Presiden Joko Widodo pun ikut dikritik.

Tapi, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengaku tidak bisa marah kepada Jokowi. Sebab, Mubarok menilai Jokowi sendiri juga tidak cukup punya pengalaman untuk memimpin negara.

"Saya tidak bisa marah ke Pak Jokowi karena ya segitu itu (kemampuannya). Dari sebelum Presiden, saya sudah katakan pengalaman dia, jam terbang dia, belum cukup jadi Presiden," kata Mubarok kepada suara.com, Selasa (27/1/2015).

Mubarok menambahkan urusan negara sangat rumit dan dibutuhkan orang yang punya pengalaman berskala nasional dan global.

"Jadi saya tidak salahkan Jokowi, salahnya yang ngusung dan memilih. Masa gak paham dari awal," kata Mubarok.

Eskalasi politik nasional memanas setelah calon tunggal Kapolri pilihan Jokowi, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, dijadikan tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi oleh KPK sehari sebelum pelaksanaan fit and proper test calon Kapolri di DPR.

Walau sudah jadi tersangka, DPR tetap setuju mengangkat Budi menjadi Presiden. Tetapi kemudian Jokowi menunda pelantikan Budi.

Di tengah proses penanganan kasus Budi, Bareskrim Mabes Polri menangkap dan menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menjadi tersangka kasus dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu di sidang Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (tahun 2010).

Setelah itu, masyarakat pendukung KPK dan Polri turun ke jalan. Akhir pekan lalu, keluarga pernyataan dari Menteri Tedjo yang kemudian dikecam banyak kalangan.

Setelah dikecam, Menteri Tedjo mencoba meluruskan pernyataannya. Ia mengatakan telah terjadi salah paham. Menteri Tedjo mengatakan sebenarnya ia berniat untuk mencegah bentrokan antar pendukung KPK dan Polri, mengingat setelah Bambang ditangkap terjadi aksi unjuk rasa di berbagai tempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tedjo Edhy Dianggap Belum Layak Menko Polhukam

Tedjo Edhy Dianggap Belum Layak Menko Polhukam

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 09:22 WIB

Politisi Hanura Apresiasi Keinginan Bambang Widjojanto Mundur

Politisi Hanura Apresiasi Keinginan Bambang Widjojanto Mundur

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 08:13 WIB

Budi Gunawan Disarankan Mundur seperti Bambang Widjojanto

Budi Gunawan Disarankan Mundur seperti Bambang Widjojanto

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 07:44 WIB

Langkah Bambang Widjojanto Mundur Teladan Bagi Pejabat Lain

Langkah Bambang Widjojanto Mundur Teladan Bagi Pejabat Lain

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 06:58 WIB

Terkini

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:06 WIB

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:05 WIB

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:00 WIB

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 17:59 WIB

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 17:56 WIB

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Video | Rabu, 23 September 2026 | 17:55 WIB

Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk

Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 17:55 WIB

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:53 WIB

Usul Jadwal Pemilu Dipisah, Golkar: Biar Hasil Pileg Jadi 'Tiket' Pilpres

Usul Jadwal Pemilu Dipisah, Golkar: Biar Hasil Pileg Jadi 'Tiket' Pilpres

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:51 WIB

Hyundai Hibahkan Sembilan Mobil Pelatihan untuk Fasilitas Praktik SMK Dukung Pendidikan Vokasi

Hyundai Hibahkan Sembilan Mobil Pelatihan untuk Fasilitas Praktik SMK Dukung Pendidikan Vokasi

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 17:50 WIB

×