Cuaca Buruk, Kapal Pelni Kandas di Kali Iwinia Timika

Arsito Hidayatullah

Senin, 02 Februari 2015 | 23:44 WIB
Cuaca Buruk, Kapal Pelni Kandas di Kali Iwinia Timika
Ilustrasi kapal penumpang. [Shutterstock]

Suara.com - KM Tatamailau yang berangkat dari Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, tujuan Timika, kandas di Kali Iwinia, Timika, Papua. Kapal tersebut harus kandas ketika akan bersandar di kolam bandar Pelabuhan Nusantara Pomako, Timika, pada Senin (2/2/2015), sekitar pukul 07.50 WIT. Akibat peristiwa tersebut, 300 penumpang harus terlantar di sekitar area Pelabuhan Nusantara Pomako.

Menurut Kepala Syahbandar Timika, Jemmy Samori, kandasnya kapal penumpang KM Tatamailau di perairan itu disebabkan kondisi air yang saat itu sedang surut dan disertai angin kencang. Ketika kapal hendak bermanuver untuk sandar di dermaga, kapal ternyat diterpa arus air surut yang disertai angin kencang dari barat. Akibatnya, kapal pun terhempas dan akhirnya kandas di Kali Iwinia.

"Posisi kapal saat itu sudah mau menuju ke dermaga. Karena arus mesinnya pelan, nah, di situlah kapal tidak mampu menahan arus dan angin. Akhirnya kapal terbuang dan menetap di situ," kata Jemmy, saat dihubungi, Senin malam.

Ketika kapal dalam posisi kandas, menurut Jemmy pula, saat itu juga langsung dilakukan upaya pertolongan. Petugas mengerahkan salah satu kapal yang berada di Pelabuhan Nusantara Pomako untuk menarik KM Tatamailau. Sayangnya, upaya yang dilakukan itu tidak berhasil, karena kapal tersebut tidak mampu menarik KM Tatamailau yang tengah menampung penumpang dan barang.

"Akhirnya saya sama Kepala Cabang (PT Pelni Timika), kita koordinasi untuk ada lagi kapal tonda tugboat. Ini sementara dipersiapkan. Nanti kita lakukan pertolongan lagi," bebernya.

Dikatakan Jemmy, kondisi air surut pada saat KM Tatamailau hendak bermanuver sandar di perairan Pomako, hanya berada sekitar empat meter dari permukaan laut. Ini mengakibatkan pada saat arus yang cukup keras disertai angin, kekuatan arus yang dihasilkan mesin kapal tidak mampu melawan arus surut dan angin kencang.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Pelni Timika, Harianto menjelaskan, penumpang kapal yang akan turun ke Timika sendiri berjumlah 27 orang. Sedangkan untuk penumpang yang akan berangkat berjumlah sekitar 300 orang. Saat kapal telah kandas, penumpang yang hendak turun di Timika lantas berinisiatif sendiri untuk menyewa perahu milik warga sekitar pelabuhan. Setiap penumpang yang turun dari KM Tatamailau menuju pelabuhan pun lantas harus mengeluarkan biaya sebesar Rp25.000 per orang.

"Itu kan inisiatif penumpang sendiri, karena dia turun sendiri. Kita belum instruksikan untuk turun. Karena mereka mau sendiri, ya, mereka bayar," tandasnya. [Lidya Salmah]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terus Merugi, PT Pelni Jual Tiga Kapal

Terus Merugi, PT Pelni Jual Tiga Kapal

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2014 | 13:52 WIB

Biaya Operasional Membengkak, PT Pelni Naikkan Tarif

Biaya Operasional Membengkak, PT Pelni Naikkan Tarif

Bisnis | Senin, 12 Mei 2014 | 14:15 WIB

Pelni Lakukan Transformasi Bisnis Hadapi Persaingan Usaha

Pelni Lakukan Transformasi Bisnis Hadapi Persaingan Usaha

Bisnis | Minggu, 06 April 2014 | 15:39 WIB

Air Laut Surut, Kapal Logistik Pemilu Kandas

Air Laut Surut, Kapal Logistik Pemilu Kandas

News | Sabtu, 05 April 2014 | 03:10 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×