Secara Alami, Penyelenggara Negara Benci KPK

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Sabtu, 14 Februari 2015 | 20:51 WIB
Secara Alami, Penyelenggara Negara Benci KPK
Aliansi Save Indonesia (ASI) melakukan aksi di depan Gedung KPK. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pengamat Hukum Tata Negara Reffly Harun menilai semua penyelenggara negara atau lembaga negara benci KPK. Menurutnya itu alami.

Alasannya KPK mengincar para lembaga negara yang berpotensi korupsi. Terlebih pejabat negara yang bermasalah.

“Karena secara  yuridisnya dia (lembaga negara) akan menjadi objek dari KPK itu sendiri,” kata Refly kepada suara.com, Sabtu(14/2/2015).

Refly juga menilai revisi Undang-Undang KPK selalu dipandang sebagai sebuah upaya pelemahan kerberadaan KPK. Hal itu juga karena erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat kepada institusi-institusi negara termasuk di dalamnya Dewan Perwakiln Rakyat (DPR).

“Ini kan soal trust, dari masa ke masa itu belum terbangun trust building terhadap institusi-institusi negara termasuk DPR. Jadi membangun trust itu tidak gampang,” jelasnya.

Agar KPK tidak dilemahkan fungsinya dalam memberantas korupsi, Presdien Joko Widodo harus bisa memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang ingin direvisi oleh DPR. Dia meminta Presdien agar dengan tegas unjtuk menolak semua RUU yang dinilai bisa melemahkan peran KPK dalam membeantas korupsi kedepannya.

“Kita tetap membutuhkan presiden yang pro pemberantasan korupsi. Yang selalu peka terhadap upaya pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Haram, KIH Beda Pendapat dengan Jokowi

Pengamat: Haram, KIH Beda Pendapat dengan Jokowi

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 18:50 WIB

Jokowi Akui Pertemuan KIH Bahas Soal BG

Jokowi Akui Pertemuan KIH Bahas Soal BG

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 16:45 WIB

Diprediksi Konflik Jokowi-PDI-P akan Berkepanjangan

Diprediksi Konflik Jokowi-PDI-P akan Berkepanjangan

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 15:01 WIB

Di Balik Sikap Lambat Jokowi Umumkan Nasib BG

Di Balik Sikap Lambat Jokowi Umumkan Nasib BG

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 13:48 WIB

DPR 'Angkat Tangan' dalam Kasus BG

DPR 'Angkat Tangan' dalam Kasus BG

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 13:06 WIB

PDIP 'Geregetan', Jokowi Tarik Ulur Calon Kapolri

PDIP 'Geregetan', Jokowi Tarik Ulur Calon Kapolri

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 10:55 WIB

Belum Putuskan Nasib BG, Pengamat: Jokowi Dapat Tekanan Besar

Belum Putuskan Nasib BG, Pengamat: Jokowi Dapat Tekanan Besar

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 07:54 WIB

Tangkap BW, Polri Dinilai Langgar Janji 3 Tahun Silam

Tangkap BW, Polri Dinilai Langgar Janji 3 Tahun Silam

News | Jum'at, 13 Februari 2015 | 22:02 WIB

Anas Sindir KPK: Imam Kentut, Shalat Jamaah Jalan Terus

Anas Sindir KPK: Imam Kentut, Shalat Jamaah Jalan Terus

News | Jum'at, 13 Februari 2015 | 20:02 WIB

Polri akan Minta Penjelasan KPK soal Teror Pembunuhan

Polri akan Minta Penjelasan KPK soal Teror Pembunuhan

News | Jum'at, 13 Februari 2015 | 19:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:03 WIB

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:55 WIB

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:51 WIB

DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh

DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:46 WIB

KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan

KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:44 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:42 WIB

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:34 WIB

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:30 WIB