Ratusan Warga Bogor Sweeping Anggota DPRD

Ardi Mandiri

Selasa, 24 Februari 2015 | 02:47 WIB
Ratusan Warga Bogor Sweeping Anggota DPRD
Ilustrasi unjuk rasa. (Shutterstocks)

Suara.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Komunitas Pengguna Transportasi Baranangsiang (KPTB), mahasiswa dan paguyuban warga Terminal Baranangsiang yang berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan "sweeping" mencari keberadaan para anggota dewan.

Aksi sweeping dilakukan sejumlah perwakilan massa yang kesal dengan sikap anggota dewan yang tidak bersedia menemui mereka yang sedang memperjuangkan haknya menolak pembangunan hotel dan mal di Terminal Baranangsiang.

Puluhan orang ini merangsek masuk ke dalam gedung DPRD mencari keberadaan anggota dewan mulai dari Ketua DPRD, ruang fraksi dan komisi hingga ke Sekretaris Dewan.

Massa sempat emosi saat penyisiran yang dilakukan tidak menemukan satupun anggota dewan di ruang kerjanya. Massa pun mencoba masuk ke dalam gedung, namun upaya tersebut berhasil dicegah setelah aparat kepolisian dan Satpol PP meminta massa untuk mengendalikan diri.

"Kami sudah bosan dibohongi terus pak, kami sudah tidak percaya lagi kepada anggota DPRD," kata Desta, salah satu perwakilan mahasiswa.

Dalam orasinya, massa dari Terminal Baranangsiang tetap dengan sikapnya menolak keberadaan hotel dan mal dalam optimalisasi terminal, karena keberadaan mal dan hotel dinilai tidak sesuai dengan fungsi utama terminal, juga berdampak pada warga yang mencari kehidupan di terminal.

Ia mengatakan ini kali ketiga pihaknya melakukan aksi unjuk rasa menolak pembangunan hotel dan mal. Pada aksi pertama mereka tidak diterima oleh para anggota dewan, dan aksi kedua, pihak dewan berjanji akan menyampaikan hasil audiensi dengan pihak Pemerintah Kota Bogor.

"Tetapi nyatanya Yus Ruswandi (Ketua Komisi C) setelah melakukan pertemuan tidak menyampaikan hasilnya kepada kita. Mereka menjanjikan transparansi tetapi hingga kini kami tidak dilibatkan," katanya.

Sementara itu Ketua KPTB Tedy Irawan menyampaikan warga di Terminal Baranangsiang sekarang sudah mulai resah menyusul adanya peringatan kepada PO (perusahan otobus) yang dipaksa pindah ke Terminal Bubulak.

"Warga terminal juga sudah mulai resah dengan adanya isu-isu pengosongan terminal," katanya.

Ia mengatakan pihaknya mendesak dan memaksa agar Pemerintah Kota Bogor dan DPRD mengeluarkan mal dan hotel dari Terminal Baranangsiang dan mengembalikan fungsi terminal sebagai mana mestinya.

Setelah men-sweeping seluruh ruangan, massa berhasil ditenangkan setelah Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Golkal Heri Cahyono diminta menemui warga untuk menerima aspirasinya.

Heri mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan anggota dewan terkait untuk segera menyampaikan hasil pertemuan antara DPRD dengan Pemerintah Kota Bogor dan DLLAJ terkait optimalisasi Terminal Baranangsiang.

"Kita ingin transparansi dan warga dilibatkan dalam rencana ini. Yang jelas saya akan terus mendukung aspirasi warga untuk mengawal pembangunan terminal," kata Heri.

Saat unjuk rasa terjadi seluruh anggota DPRD Kota Bogor tidak berada di ruangannya. Menurut Kasubag TU Humas dan Protokol DPRD Kota Bogor, Susworo, pimpinan dewan dan anggota Badan Legislatif sedang melakukan rapat koordinasi di Kabupaten Bogor.

"Balegda sedang ada kunjungan kerja ke PDAM, dan sejumlah anggota komisi lainnya rapat di Itwilkot," katanya.

Menjelang finalisasi optimalisasi Terminal Baranangsiang direalisasikan oleh Pemerintah Kota Bogor, aksi massa menolak keberadaan hotel dan mal di dalam terminal kian gencar terjadi.

Massa berjanji akan terus mengawal agar pembangunan mal dan hotel di Terminal Baranangsiang tidak terwujud, dan memanfaatkan momen keberadaan Presiden Joko Widodo yang bertugas di Istana Bogor untuk menyampaikan aspirasi.

"Saat ini Presiden Jokowi bertugas di Bogor, kami akan minta Presiden untuk mendengar aspirasi kami, dan menagih janji anggota dewan yang akan memperjuangkan aspirasi kami," teriak salah seorang pengunjuk rasa.

Rencana revitalisasi dan optimalisasi Terminal Baranangsiang telah bergulir sejak tahun 2012, rencana tersebut mendapat penolakan dari warga terminal karena adanya rencana pembangunan hotel dan mal sehingga mengurangi fungsi utama terminal sebagai tempat naik turunnya penumpang.

Massa menolak dengan melakukan aksi pemblokiran jalan utama dan jalan tol di Kota Bogor pada tahun 2013 hingga menyebabkan arus lalu lintas lumpuh, baik yang akan keluar maupun yang masuk ke Kota Bogor selama 12 jam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penggeseran Pagar Istana Bogor Picu Polutan

Penggeseran Pagar Istana Bogor Picu Polutan

News | Minggu, 22 Februari 2015 | 12:53 WIB

Terkini

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:50 WIB

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?

Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB

MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!

MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:43 WIB

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:43 WIB

Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan

Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:35 WIB

Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:35 WIB

Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri

Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:32 WIB

×