Teror Bom Bekasi Bukan Teroris, tapi Orang Sakit Hati

Ardi Mandiri

Jum'at, 27 Februari 2015 | 04:43 WIB
Teror Bom Bekasi Bukan Teroris, tapi Orang Sakit Hati
Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock).

Suara.com - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus teror bom di sebuah bengkel las di Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Sabtu (21/2/2/2015).

"Berdasarkan keterangan tersangka, motifnya adalah sakit hati. Jadi teror bom Mustikajaya tidak terkait aksi kelompok teroris," kata Kepala Polda Metro Jaya Unggung Cahyono saat gelar perkara di Markas Polresta Bekasi Kota, Kamis.

Menurut dia, aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota dan Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap dua tersangka teror bom setelah yang bersangkutan menyerahkan diri kepada polisi Kamis (26/2/2015) dini hari.

Tersangka menyerahkan diri karena mulai resah dengan upaya pengusutan kasus tersebut oleh polisi lewat rekaman kamera pengawas yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Kedua tersangka yang ditangkap masing-masing Eko Suprapto (46) dan Via Triwi (45) atas keterlibatannya dalam merakit bom yang tidak memakan korban itu.

Bom rakitan yang tidak menimbulkan korban itu disiapkan tersangka Eko di rumahnya Perumahan Griya Timur Indah Blok C1 Nomor 9 RT 3 RW 18 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Sakit hati menjadi motif utama Eko merakit bom yang dimaksudkan untuk melukai Cece karena dianggap telah dua kali memperkosa putrinya," katanya.

Menurut Unggung, tersangka tidak terpikir untuk melaporkan Cece ke polisi karena terlanjur sakit hati dan memilih menghakiminya dengan cara sendiri.

Atas aksinya tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pasal yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun.

Sebelumnya, kasus teror bom itu bermula saat sorang tukang parkir Alfamart di sekitar lokasi kejadian bernama Tasrif menerima paket tanpa identitas.

Paket tersebut lalu diserahkan Tasrif kepada Anton yang merupakan anak dari Cece.

Anton kemudian curiga dengan isi paket yang terdapat lilitan kabel dan timer yang menyerupai bom hingga akhirnya dilaporkan kepada polisi.

Bom tersebut akhirnya ditangani pihak Gegana Polda Metro Jaya dengan cara diledakkan di sekitar lokasi kejadian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakapolri: Rangkaian Bom di ITC Depok Tidak Sempurna

Wakapolri: Rangkaian Bom di ITC Depok Tidak Sempurna

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 01:16 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×