Pesisir Timur Aceh Jadi Gerbang Utama Masuknya Narkoba

Laban Laisila

Jum'at, 27 Februari 2015 | 19:50 WIB
Pesisir Timur Aceh Jadi Gerbang Utama Masuknya Narkoba
Bareskrim Polri Rilis barang bukti 20,852 Kg Shabu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Lemahnya pengawasan perairan di wilayah pesisir timur Aceh, membuat bandit narkoba secara mudah memasukkan sejumlah narkotika dan obat terlarang ke bumi Serambi Mekkah.

Luas pesisir timur yang mencapai 495 kilometer, hanya diawasi oleh tiga kapal patroli milik Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan satu kapal bantuan dari Mabes Polri, belum mampu mengatasi persoalan peredaran narkoba di wilayah Aceh.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo, mengatakan luasnya perairan pesisir timur Aceh tidak sepenuhnya terjangkau dengan empat kapal patroli yang ada.

Tak heran, menurutnya, jika di daerah-daerah seperti Peurlak, Lagsa, Idi, Aceh Tamiang, Lhokseumawe dan Aceh Utara lazim ditemukan berbagai jenis narkoba seperti sabu-sabu dan pil ekstasi.

Kondisi itu pula, kata dia, yang juga menjadikan wilayah pesisir timur sebagai gerbang utama masuknya narkoba ke Aceh.

Selain sebagai pintu masuk, kata Gustav, wilayah ini juga menjadi salah satu pusat transit narkoba sebelum diedarakan ke sebagian wilayah di Sumatera dan Jawa.

"Ini belum ditambah lagi dengan motif-motif yang digunakan pelaku. Ada yang membawanya nelayan kecil yang kadang sulit kita yakini terdapat barang itu (sabu-sabu dan ekstasi)," kata Gustav Leo dalam silaturahminya dengan sejumlah wartawan kemarin, Kamis (26/2/2015) di Banda Aceh.

Menurutnya, Aceh kini sedang berada dalam kondisi darurat narkoba. Dari penelusuran pihak Kepolisan Daerah Aceh bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), di wilayah pesisir timur Aceh, masih terdapat 1.000 kg sabu-sabu dan ribuan butir pil ekstasi yang diseludupkan dari luar Aceh.

"Kita menduga ini (sabu-sabu dan ekstasi) masih banyak sekali, 1.000 kg lagi masih ada," ujar Gustav.

Dugaan tersebut, kata Gustav, terendus dari pengembangan yang dilakukan pihaknya bersama BNN usai menangkap gembong sabu-sabu 77 kg di Aceh Timur.

Kemudian ditambah lagi dengan penangkapan 11 kg sabu-sabu dan 147 ribu butir pil ekstasi oleh Polres Aceh Tamiang. Lalu penangkapan 14 kg sabu-sabu oleh unit intel TNI Kodim 0103 dan Satnarkoba Polres Aceh Utara.

"Sesuai Perintah dari Mabes Polri, saat ini kita dari Polda Aceh, telah meminta kepada jajaran yang ada, Polres Lhokseumawe dan Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang untuk melakukan pengembangan."

"Dalam hal ini kita juga bekerjasama dengan BNN, dan aparat TNI guna memberantas gembong Narkoba di Aceh," kata Gustav Leo. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Batu Giok 20 Ton yang Ditemukan Warga Aceh Capai 25 Miliar

Harga Batu Giok 20 Ton yang Ditemukan Warga Aceh Capai 25 Miliar

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 14:03 WIB

Terkuak! 60 Persen Peredaran Narkoba Dilakukan dari Lapas

Terkuak! 60 Persen Peredaran Narkoba Dilakukan dari Lapas

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 23:14 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkoba 14 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkoba 14 Miliar

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 15:29 WIB

Protes Keras, Kemenlu Tarik Sementara Dubes Indonesia di Brasil

Protes Keras, Kemenlu Tarik Sementara Dubes Indonesia di Brasil

News | Sabtu, 21 Februari 2015 | 11:09 WIB

Terkini

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

×