Pilot MH370 Sempat 'Ucapkan Selamat Tinggal' Pada Kampung Halaman

Ruben Setiawan

Selasa, 03 Maret 2015 | 14:57 WIB
Pilot MH370 Sempat 'Ucapkan Selamat Tinggal' Pada Kampung Halaman
Kendaraan tanpa awak milik Angkatan Laut AS, Bluefin-21 siap diterjunkan melakukan pencarian pesawat MH370 di Samudera Hindia. (Reuters/Peter D. Blair)

Suara.com - Seorang pilot senior asal Inggris yang biasa menerbangkan pesawat Boeing 777 mengungkap hasil analisanya sendiri terkait pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang hampir setahun silam. Menurut pilot bernama Simon Hardy itu, MH370 sempat terbang mendekati Pulau Penang, kampung halaman sang pilot, Kapten Zaharie Ahmad Shah sebelum akhirnya mendarat di lautan.

Teori tersebut dipublikasikan dalam majalah dan situs Flighglobal International. Teori tersebut juga mendapat dukungan dari pakar keselamatan udara terkemuka dari Inggris, David Learmount.

Para penyidik dari Australia juga telah membicarakan hal tersebut dengan Hardy dan menyebut teorinya sebagai teori yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Karena Kapten Simon Hardy mengungkap dalam Flightglobal/Flight International soal perhitungannya mengenai lokasi di mana Malaysia Airlines MH370 mengakhiri penerbangannya, maka Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), yang memimpin tim pencari MH370, sudah berbicara panjang lebar dengan dirinya," kata David Learmount.

"Kapten Simon Hardy sudah mencoba mengkomunikasikan hasil perhitungannya atas data penerbangan MH370 kepada ATSB sebelum berbicara kepada kami, namun mereka (ATSB) sudah terlebih dahulu 'dibombardir' dengan banyak teori, yang mana sebagian besar adalah teori sinting, sehingga tidak mereka acuhkan, sampai akhirnya kami mempublikasikan perhitungan Kapten Hardy pada pertengahan bulan Desember 2014, dan pertengahan Januari 2015," sambung David yang notabene salah satu pengelola majalah tersebut.

Setelah mempelajari data penerbangan MH370 selama enam bulan, Kapten Hardy yakin bahwa setelah pesawat itu lepas landas dari Kuala Lumpur, pesawat itu hilang kontak dengan pusat kendali lalu lintas udara di atas Laut Cina Selatan. Kemudian, setelah alat pelacak pesawat dimatikan, pesawat melakukan sesuatu yang "cukup luar biasa".

Menurut Kapten Hardy, MH370 terbang keluar masuk kawasan udara Malaysia dan Thailand sebanyak delapan kali.

"Saya tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, namun ini adalah cara yang baik untuk menimbulkan kebingungan bagi para pengendali lalu lintas udara," kata Kapten Hardy.

Tak cuma itu. Hardy mengatakan, pesawat MH370 juga berbelok tajam menuju Penang.

"Saya butuh waktu berbulan-bulan untuk sampai pada kesimpulan ini," ujarnya.

Kapten Hardy mengatakan, ia melakukan analisis tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri terbang melintasi Australia sehingga dapat menyimpulkan bahwa pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah dan kopilot Fariq Abdul Hamid berbelok tajam di udara.

"Kuncinya adalah Ayers Rock," kata Hardy menyebut salah satu dataran tinggi di Australia yang pernah ia lewati.

"Saya pernah melakukan manuver serupa di sana, untuk melihat ke bawah dan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Seseorang (kapten MH370 Zaharie Ahmad Shah) melakukan perpisahan terakhir dengan Penang," katanya.

Kapten Hardy mengatakan, Kapten Zaharie Ahmad Shah berasal dari Penang, sementara sang kopilot berasal dari Selangor.

"Saya terpikirkan akan hal ini pada pukul 5 pagi, lalu pergi ke bawah dan memeriksa dari mana saja daerah asal para kru terbang," sambungnya.

"Seseorang melakukan belokan panjang dan melihat Penang dari udara. Itu mungkin satu-satunya petunjuk terhadap si pelaku kejahatan," ujarnya.

Kapten Hardy juga meyakini bahwa lokasi pencarian saat ini dilakukan di tempat yang berjarak 185 kilometer jauhnya dari lokasi akhir pesawat. Teori Hardy muncul saat Menteri Transportasi Australia Warren Truss mengumumkan sebuah metode baru untuk melacak keberadaan pesawat di lautan.

Badan penyedia layanan penerbangan Australia akan bekerja sama dengan Malaysia dan Indonesia untuk menguji coba metode baru tersebut. Dengan metode tersebut, setiap pesawat akan dilacak keberadaannya setiap 15 menit, lebih singkat dibandingkan metode pelacakan sebelumnya yang dilakukan tiap 30 hingga 40 menit.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang sejak tanggal 8 Maret 2014 silam. Pesawat tersebut mengangkut 239 orang. Sebanyak 7 diantaranya adalah warga negara Indonesia. (News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×