Anak-anak Pengungsi Suriah di Turki Meninggal Kedinginan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 Maret 2015 | 05:30 WIB
Anak-anak Pengungsi Suriah di Turki Meninggal Kedinginan
Kerusakan akibat perang sipil di Suriah (Shutterstock).

Suara.com - Sebanyak 20 ribu pengungsi perang saudara di Suriah hidup dalam keprihatinan di Turki. Nasib mereka terkatung-katung, tidak mempunyai tempat tinggal, menganggur, dan sangat miskin. Parahnya, banyak anak-anak di sana.

Keriput Fatimah begitu jelas terlihat. Di hari tuanya, perempuan 80 tahun itu hanya bisa meratapi bentangan tenda pengungsian di perbatasan Turki. Rumahnya di Suriah terbakar akhir bulan lalu. Pelakunya adalah kelompok radikal ISIS.

ISIS membakar rumahnya dengan menggunakan solar di mesin diesel-nya. Api begitu cepat menjalar karena kebanyakan isi rumahnya hanya plastik dan kayu. Dia mengalami luka bakar akibat itu.

"Mereka mencampurnya dengan hal-hal lain," kata Fatimah dengan wajah penuh emosi.

Bab al Salama juga seorang pengungsi. Setelah 5 tahun mengungsi, dia merasa sudah menjadi warga negara lain. Kamp pengungsian yang dia duduki sudah seperti menjadi tempat tinggal permanen. Banyak warga Suriah yang tinggal di perbatasan Turki yang bersuhu rendah itu.

Kata dia, justru dingin menjadi ancaman. Bayangkan saja, sebanyak 20 ribu penduduk yang terbiasa dengan udara panas harus beradaptasi dengan cepat. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Begitu dia bicara dengan bingung.

Bukan hanya dingin, banjir juga mengancam. Jika hujan, air akan menggenangi pengungsian. Sejak 5 tahun pengungsian dibangun, banyak anak-anak yang terkena infeksi kulit dan demam tinggi. Banyak yang tidak bertahan, dan akhirnya meninggal.

Anak asli pengungsian Suriah

Potret 'anak asli pengungsi' adalah Fadel. Anak 2 tahun itu lahir di pengungsian Suriah di perbatasan Turki. Dia terlihat lucu. Tanpa mengenakan celana, dia berjalan di air keruh. Sekarang Fadel masih sehat, tapi tidak tahu nanti.

Kepala Kamp Pengungsian Suriah, Mohammed Kelani mengatakan sudah ada 6 orang meninggal kedinginan selama Febuari kemarin. Mereka terdiri dari 2 perempuan dan 4 anak-anak.

"Ketika orang-orang mati di sini, kami mendorong mereka dikuburkan 2 kilometer dari sini. Sekarang, dingin adalah masalah terbesar, tapi ada begitu banyak masalah lain. Anak-anak tidak bisa mendapatkan pendidikan. Air kotor, dan ada penyakit," jelas dia.

Untuk bertahan dari serangan dingin, warga mengandalkan kompor gas yang dimodifikasi untuk jadi penghangat. Jika tidak punya, mereka sekadar membakar kayu di depan rumah. Namun itu tidak mudah. Dataran Turki yang 'subur' angin kencang jadi ancaman lain. Tenda pengungsi sering terbang dan terbakar.

Korban kebakaran itu salah satunya Hussein, anak laki-laki berusia 15 tahun. Di usia ABG, Hussein sudah cacat karena jadi korban kebakaran beberapa pekan lalu. Dia mengalami luka bakar. Saat kebakaran terjadi, tidak banyak yang bisa menolang. Bahkan Hussein menolong dirinya sendiri. Tapi dia saat ini beruntung, tetangganya menolong dan bersedia merawat Hussein hingga sembuh.

Kelani frustrasi, karena keadaan pengungsian di sini tidak terjamah dunia internasional. Padahal 6,5 ​​juta pengungsi Suriah lainnya sudah menerima bantuan.

"Situasi di sini tragis dan tak ada yang peduli. Solusi terbaik membuat sebuah bangunan sehingga angin tidak akan menjadi masalah seperti itu. Kasus Suriah akan memakan waktu yang lama. Kita mungkin akan berada di sini setidaknya selama dua kali musim dingin," jelasnya.

"Saya ingin masyarakat internasional untuk memikirkan kita sebagai manusia, bukan binatang," tutupnya. (thedailybeast)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiru ISIS, Siswa SMA Bunuh Temannya dengan Sadis

Tiru ISIS, Siswa SMA Bunuh Temannya dengan Sadis

News | Kamis, 05 Maret 2015 | 11:55 WIB

Sejoli di Mesir Gelar Pernikahan Bergaya ISIS

Sejoli di Mesir Gelar Pernikahan Bergaya ISIS

News | Kamis, 05 Maret 2015 | 06:00 WIB

Ayah Algojo ISIS: Anak Saya Binatang!

Ayah Algojo ISIS: Anak Saya Binatang!

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 16:53 WIB

Ke Ibunya, Tukang Jagal ISIS Mengaku Jadi Relawan Kemanusiaan

Ke Ibunya, Tukang Jagal ISIS Mengaku Jadi Relawan Kemanusiaan

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 06:00 WIB

Terkini

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:06 WIB

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:58 WIB

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:47 WIB

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:41 WIB

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:40 WIB

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:04 WIB

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB