Enam Jam Lebih Diperiksa, Dua Kepsek Kikuk Keluar Polda Metro

Arsito Hidayatullah, Bagus Santosa

Senin, 09 Maret 2015 | 19:00 WIB
Enam Jam Lebih Diperiksa, Dua Kepsek Kikuk Keluar Polda Metro
Beberapa kepala sekolah di DKI Jakarta diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda Metro Jaya, terkait kasus pengadaan UPS, di Jakarta, Senin (9/3/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sejumlah kepala sekolah (kepsek) diperiksa oleh penyidik Unit II dan IV Satuan V/Korupsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hari ini, Senin (9/3/2015).

Para kepala sekolah itu diperiksa untuk kasus penyelewengan anggaran pembelian Uninterruptible Power Supply (UPS) pada APBD 2014 DKI Jakarta. Sekolah mereka diketahui menjadi penerima UPS seharga Rp5,8 miliar per unit itu.

Selama enam jam lebih mereka diperiksa penyidik, mulai dari pukul 10.00 WIB. Saat keluar, tidak ada komentar yang keluar dari mulut mereka. Beberapa kepsek bahkan tampak kikuk saat keluar dari kompleks Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Adalah Kepala Sekolah SMAN 65 Jakarta, Anang Burhan, serta Kepala Sekolah SMAN 101 Jakarta, M Arif Nooryanto, termasuk di antara yang selesai diperiksa. Mereka keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 16.40 WIB, dengan mengenakan pakaian dinas.

"Belum, belum," ujar Anang, menjawab apa pun pertanyaan dari pewarta yang menunggunya.

Hari ini sebenarnya dijadwalkan pemanggilan tujuh orang saksi. Tiga orang merupakan kepala sekolah, masing-masing di SMA 65, SMA 101 dan SMA 19. Sementara dua lainnya adalah Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP), serta dua lainnya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Ada tujuh orang yang dipanggil, baru hadir enam orang. Satu orang yang tidak hadir atas inisial AU (Alex Usman), yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah Jakarta Barat," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, di kantornya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hitung Kerugian Negara Akibat Proyek UPS, Polisi Libatkan Auditor

Hitung Kerugian Negara Akibat Proyek UPS, Polisi Libatkan Auditor

News | Senin, 09 Maret 2015 | 15:32 WIB

Polisi: Tersangka UPS Bisa Lebih dari Satu Orang

Polisi: Tersangka UPS Bisa Lebih dari Satu Orang

News | Senin, 09 Maret 2015 | 15:06 WIB

ICW: Ada 48 Anggaran 'Siluman' di APBD DKI Jakarta

ICW: Ada 48 Anggaran 'Siluman' di APBD DKI Jakarta

News | Senin, 09 Maret 2015 | 14:48 WIB

Dugaan Korupsi UPS, Hari Ini Polda Metro Periksa Sejumlah Orang

Dugaan Korupsi UPS, Hari Ini Polda Metro Periksa Sejumlah Orang

News | Senin, 09 Maret 2015 | 12:31 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×