5 Kecelakaan Udara Maut di Dunia Olahraga

Yusuf Abdillah

Selasa, 10 Maret 2015 | 15:31 WIB
5 Kecelakaan Udara Maut di Dunia Olahraga
Camille Muffat, atlet renang Prancis yang menjadi salah satu korban tewas kecelakaan helikopter di Argentina, Senin (9/3). [Reuters/David Gray]

Suara.com - Insiden tabrakan dua helikopter di Provinsi La Rioja, kawasan pegunungan Argentina, hari Senin (9/3/2015) waktu setempat, menjadi tragedi bagi dunia olahraga, khususnya Prancis.

Dari sepuluh korban tewas pada tragedi tersebut, tiga di antaranya adalah atlet Prancis. Mereka berada di Argentina untuk syuting program 'reality show'.

Ketiga atlet yang tewas adalah Camille Muffat, 25 tahun, adalah peraih medali emas Olimpiade 2012. Dia pensiun dari arena kompetisi pada 2014.

Korban kedua, Alexis Vastine, 28, peraih medali perunggu tinju kelas welter Olimpiade Beijing 2008. Yang terakhir, Florence Arthaud, 57, yang merupakan atlet layar ternama Prancis.

Tragedi yang melibatkan kecelakaan udara bukan kali pertama terjadi di dunia olahraga, berikut lima di antaranya: 


1. Klub Sepakbola Alianza Lima Peru, 1987
Pada 8 Desember 1987 kecelakaan maut menimpa pesawat Fokker yang disewa klub sepakbola Alianza Lima. Pesawat jatuh ke Laut Pasifik, 44 pemain, manajer, dan staf semua tewas.

2. Tim Tinju AS, 1980
Pesawat Polish Airline yang membawa tim tinju Olimpiade Amerika Serikat gagal mendarat karena kerusakan teknis. Sebanyak 87 kru dan penumpag tewas. Rencananya, tim tinju AS akan mengikuti pertarungan melawan petinju Polandia dan Rusia di Warsawa.

3.Klub sepakbola Torino, 1949
Pada 4 Mei 1949, sebuah pesawat yang menangkut nyaris seluruh pemain Torino menabrak bukit Superga, Turin. Kecelakaan menewaskan 31 penumpang, termasuk 18 pemain Torino yang saat itu merupakan klub terbaik di Italia.

4. Klub sepakbola Manchester United, 1958
Setiap tahun, publik Manchester United memperingati momen terkelam dalam sejarah klub, Tragedi Munich. Pada 6 Februari 1958, British European Airways yang disewa klub jatuh saat take-off di Bandara Munich-Riem, Jerman. Sebanyak 22 dari 44 penumpang tewas. Tujuh di antara korban tewas merupakan pemain MU. Pesawat terbang dari Beograd setelah tim yang kala itu berjuluk "Busby Babes" menghadapi Red Star.

5. Colin McRae, 2007
Mantan juara dunia reli asal Skotlandia tewas menyusul kecelakaan helikopter dekat rumahnya di Lanark, Skotlandia, 16 September 2007. McRae yang mengendalikan sendiri helikopter disebut kehilangan kendali yang membuat helikopter menabrak pohon. Selain Colin McRae, juga tewas anak lelakinya yang berusia lima tahun dan dua kerabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Camille Muffat, Perenang Serba Bisa Itu Pergi untuk Selamanya

Camille Muffat, Perenang Serba Bisa Itu Pergi untuk Selamanya

News | Selasa, 10 Maret 2015 | 11:44 WIB

Mantan Penyerang Arsenal 'Selamat' dari Kecelakaan Helikopter

Mantan Penyerang Arsenal 'Selamat' dari Kecelakaan Helikopter

Bola | Selasa, 10 Maret 2015 | 11:15 WIB

Dua Helikopter Bertabrakan, 10 Orang Tewas

Dua Helikopter Bertabrakan, 10 Orang Tewas

News | Selasa, 10 Maret 2015 | 06:53 WIB

Terkini

Mengenal Urban Rainfall Effect: Alasan Ilmiah Kenapa Hujan di Perkotaan Jauh Lebih Ekstrem

Mengenal Urban Rainfall Effect: Alasan Ilmiah Kenapa Hujan di Perkotaan Jauh Lebih Ekstrem

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Reaksi Mees Hilgers Usai Timnas Indonesia Sabet Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Mees Hilgers Usai Timnas Indonesia Sabet Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:30 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:28 WIB

5 Kesalahan Memilih Sepatu Jalan yang Sering Tidak Disadari, Bikin Kaki Cepat Nyeri

5 Kesalahan Memilih Sepatu Jalan yang Sering Tidak Disadari, Bikin Kaki Cepat Nyeri

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Pemkab Natuna Resmi Buka Lomba Gasing, Digelar Selama 10 Hari

Pemkab Natuna Resmi Buka Lomba Gasing, Digelar Selama 10 Hari

Batam | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persija Jakarta Kejar Poin Penuh di Bantul Tanpa Beban Rekor Sempurna

Persija Jakarta Kejar Poin Penuh di Bantul Tanpa Beban Rekor Sempurna

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:16 WIB

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×