Anak Buah Ahok Akui Draf APBD ke Mendagri Tak Sesuai Paripurna

Laban Laisila, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 12 Maret 2015 | 16:24 WIB
Anak Buah Ahok Akui Draf APBD ke Mendagri Tak Sesuai Paripurna
Gubernur Jakarta Basuki Purnama menuju ruang mediasi di Kemendagri. [suara.com/Oke Atmaja]]

Suara.com - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta Saefullah mengakui draf yang dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak sesuai pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta.

Hal itu terungkap setelah tim angket memanggil TAPD terkait polemik APBD 2015 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/3/2015).

"Saya tidak pernah dapat data hasil pembahasan bersama. Yang saya kirim adalah hasil print out e-budgeting. E-budgeting itu kita kirim ke DPRD dan telah dilakukan pembahasan. Tetapi dalam proses pembahasan tidak ada yang mengerucut sampai pada pembahasan rincian," ujar Saefullah.

Sebelumnya, Anggota Panitia Hak Angket, Sanusi mengatakan, berdasarkan surat edaran no 2 tahun 2015 per tanggal 13 Januari 2015, pemasukan data yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam e-budgeting dilakukan pada tanggal 14-20 Januari 2015. Sementara pembahasan baru dilakukan pada 20-21 Januari 2015.

Selain itu Sanusi menegaskan, setelah Saefullah mengakui hal itu, maka artinya APBD yang dikirim pemerintah Jakarta bukanlah hasil paripurna.

"APBD yang diparipurnakan itu adalah APBD yang dibahas bersama kami. Dalam menyusun APBD, jelas di situ ada tahapan dimana pembahasan kegiatan antara eksekutif dan legislatif harus dilakukan," ujar Sanusi.

Mendengar hal itu, ketua TAPD yang juga merupakan Sekda DKI Jakarta Saefullah itu mengatakan, apa yang dilakukan dengan draf APBD 2015 bukan tanpa alasan.

Dia mengakui jika surat edaran Nomor 2 Tahun 2015 lalu itu ditandatanganinya mengingat waktu paripurna sangat terbatas.

"Untuk membahas 6.600 halaman itu tidak cukup hanya dua hari. Hasil pembahasan yang keluar hanya berisi normatif, seperti misalnya kegiatan perbaikan sekolah dipotong 20 persen dari total Rp4,6 miliar tanpa ada penjelasan detail. Kalau dipotong mana jadi perbaikan dilakukan setahun," kata Saefullah.

Sedangkan sistem e-budgeting kata Saefullah merupakan hasil musyawarah rencana pembangunan di tingkat kelurahan, kecamatan, sampai tingkat Provinsi.

Artinya, kata dia, segala kegiatan yang berada dalam e-budgeting sudah disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan.

Nantinya ke depan para anggota dewan diharapkan dapat mengusulkan dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Sehingga, ketika sudah masuk dalam e-budgeting, kegiatan tidak lagi bermasalah.

"Kalau hasil reses mereka tidak bisa diakomodir dalam e-budgeting kali ini, bisa saja diakomodir pada tahun depan," tutup Saefullah.

Tim Angket DPRD Jakarta ini dimaksudkan untuk mencari kesalahan prosedural Ahok saat menyerahkan APBD 2015 ke Mendagri. Ahok dituding tidak menjalan kan undang-undang karena tidak meminta persetujuan dewan.

Sementara Ahok menuding ada dana siluman yang diajukan oleh DPRD dalam APBD Jakarta 2015. Ahok bahkan melaporkanya ke KPK dan polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petugas Ini Nikmati Pekerjaannya Walau Selalu Bersama Sampah

Petugas Ini Nikmati Pekerjaannya Walau Selalu Bersama Sampah

News | Kamis, 12 Maret 2015 | 15:23 WIB

DPRD dan Ahok Berantem, Ini Suara Petugas Kebersihan Jakarta

DPRD dan Ahok Berantem, Ini Suara Petugas Kebersihan Jakarta

News | Kamis, 12 Maret 2015 | 13:47 WIB

Terkini

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:54 WIB

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:53 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:50 WIB

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 10:43 WIB

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:42 WIB

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

×