Kisah Anak Muda di Yogya Rintis Jasa Kurir Sepeda Kayuh

Siswanto Suara.Com
Jum'at, 20 Maret 2015 | 05:43 WIB
Kisah Anak Muda di Yogya Rintis Jasa Kurir Sepeda Kayuh
Jasa kurir sepeda di Yogya (suara.com/Wita Ayodhyaputri)

Suara.com - Di Yogyakarta, ada lima pemuda yang menggagas jasa kurir dengan sepeda kayuh, yang mereka klaim lebih cepat mengantar barang ke tujuan, dibandingkan dengan sepeda motor atau mobil.

"Kalau pakai sepeda justru lebih cepat, apalagi di Yogya mulai macet, kalau pakai sepeda kita mudah nyelip dan bisa lewat jalan pintas atau gang yang kecil," ujar Ardhi, salah satu penggagas kurir sepeda di Yogyakarta.

Ardhi menambahkan dalam mengantarkan barang, ia beserta empat rekan hanya memerlukan waktu 10 hingga 15 menit untuk jarak kurang dari 15 kilometer.

Bagaimana awal mula kurir sepeda kayuh itu muncul di tengah modernisasi?

Jasa antar barang dengan sepeda kayuh pertama kali mulai dirintis Juni 2013 dengan tujuan awal menambah uang saku. Soalnya, semua penggagasnya masih mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

"Awalnya karena kami pengin cari tambahan uang saku, kebetulan kami penggemar sepeda fixie dan yang kami punya hanya sepeda itu, jadi ya itu yang kami gunakan," kata Ardhi saat dijumpai di salah satu coffee shop di Yogyakarta.

Dengan modal sepeda, kelima pemuda itu mengirimkan barang mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Tarif yang mereka kenakan untuk sekali mengantarkan barang terhitung murah, hanya dua ribu rupiah untuk setiap meter jarak tempuh.

Ardhi mengaku dari jasa antar barang ini bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan. Katanya, tiap orang bisa mendapatkan tiga hingga empat ratus ribu rupiah.

Panas terik bukan masalah bagi mereka saat bekerja. Tak banyak perlengkapan yang mereka butuhkan untuk pekerjaan ini.

"Kalau peralatan standar ya, cuma sepeda, helm, dan tas ransel," kata Ardhi.

Sementara syarat barang yang akan mereka antar juga sederhana, setiap barang yang akan mereka antar harus dicek dahulu untuk memastikan tak ada unsur narkoba di dalamnya.

Selain itu barang tersebut memiliki berat maksimal kurang dari 10 kilogram, bukan benda cair atau makanan berkuah serta harus muat masuk dalam tas ransel.

Selain mengutamakan kecepatan, jaga antar barang dengan sepeda ini juga mengutamakan keamanan, tak heran sejumlah barang berharga pernah mereka antar.

"Biasanya barang yang kita antar punya teman - teman onlineshop seperti baju, tapi kami juga pernah mengantarkan laptop, kamera DSLR, serta dokumen berharga", kata Ardhi sambil menikmati segelas lemon tea.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI